Headlines News :

Netizen : Bangga Sekaligus Prihatin, Dapat WTP Beruntun, Namun, Prihatin Nasib Dunia Pendidikan Kerinci, Hasil UN Terendah Seprovinsi Jambi, Siapa salah?

MerdekaPost | Rabu, 07 Juni 2017

Bangga bercampur prihatin terkait Kerinci dapat opini WTP berturut-turut, namun prihatin dengan prestasi terburuk Pendidikan Kerinci (sumber facebook)
KERINCI, MERDEKAPOST.NET - Ditengah-tengah berita gembira, Kerinci mendapatkan penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang diperoleh secara berturut-turut, namun disebalik itu, dalam waktu yang hampir bersamaan Kerinci dihebohkan lagi dengan berita yang sungguh sangat “ memilukan sekaligus memalukan, seperti ramai diekspose media-media beberapa hari terakhir, tentang kepiluan dunia pendidikan Kabupaten Kerinci.

kenapa tidak, Kabupaten Kerinci mendapat peringkat terendah dari hasil UN SMP se- Provinsi Jambi dengan Nilai 165, 94 sedangkan Kota Jambi tertinggi dengan nilai rata-rata 231,80. ini merupakan gambaran kondisi riil pelaksanaan Pendidikan khususnya tingkat SMP di Provinsi Jambi, Kabupaten dan  Kota Mana yang sungguh-sungguh memperhatikan Kondisi pendidikan masyarakatnya

Kabupaten Kerinci terpuruk pada  kondisi yang sangat Memilukan, siapa yang menyangka menyangka kualitas pendidikan peserta didik di Kerinci jauh dari harapan kita semua.

Tak hanya itu, informasi yang berhasil dihimpun koran ini, nilai peserta didik yang mengikuti seleksi ujian Masuk SMA Titian Teras dari Kabupaten Kerinci hasil UN, untuk SMP dari Kabupaten Kerinci juga tegolong kategori yang sangat rendah.

Kabupaten Kerinci tidak lagi bisa dipandang sebagai suatu sistem pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan terbaik untuk Provnsi Jambi sebagai mana tahun-tahun jauh sebelumnya, Pendidikan tidak lagi di Pandang sebagai sebuah aset melainkan hanya dijalankan seperti apa adanya dinas Istansi lainnya. Kalau Dahulu kita masih mendapati banyak Peserta didik di Kabupeten Kerinci berasal dari Kabupaten Sarolangun Bangko, Kabupaten Pesisir Selatan, saat ini kondisi mereka bertengger jauh diatas Kabupaten Kerinci.

Kondisi ini tidak hanya membuat prihatin masyarakat Kerinci saja,Wajar saja Masyarakat  Peduli Kerinci (MPK ) Indonesia menyampaikan sikap keprihatinan dan bentuk kepeduliannya, namun, malah disambut setengah hati oleh Pemerintah Daerah, Padahal banyak ahli pendidikan yang bergelar Profesor Doktor untuk menyumbangkan Ilmunya secara Cuma-cuma di Kerinci, malah disambut dengan acuh tak acuh.

"Barangkali pemerintah Kabupaten Kerinci harus merefleksi kembali Kondisi riil Pendidikan yang terjadi selama ini di Kabupaten Kerinci, pendidikan tidak bisa dilaksakan secara asal karena ada hasil berupa nilai yang menjadi tolak ukur". Ungkap Khabri Muis.

Sementara itu, salah seorang Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di jambi, bernama Winni Sutriani, lebih mempertajam lagi komentarnya, menurutnya, pemerintah saat ini terlihat sibuk melakukan pencitraan, sehingga kalau dilihat secara umum Kerinci baik-baik saja dan penuh dengan prestasi, namun jika dilihat lebih kedalam lagi hasilnya nol.

"Jika dikaitkan, Penghargaan yang diterima oleh Bupati Kerinci Adirozal berturut-turut yaitu WTP, tidak sebanding dengan hasil pembangunan dilapangan, tidak bisa dikatakan ini tidak ada hubungannya". lanjut Winni.

"Seharusnya, dengan predikat pengelolaan keuangan yang terbaik seperti itu, maka hasil dari pembangunan-pun harus yang terbaik, tidak terkecuali peningkatan didunia pendidikan, ini malah merosot ke jurang yang paling dalam". protesnya.

"Siapa yang mau disalahkan, kadisnya, Bupatinya, atau masyarakat selaku orang tua murid/siswa?". pungkas Winni mengakhiri chattingnya. (ald)

Sumber : FB Khabri Moeis, Winni Sutriani 


Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net