Headlines News :

Sampah Kota Sungai Penuh yang Menumpuk Dibuang di RKE, Warga Protes!

MerdekaPost | Kamis, 12 Mei 2016

Sampah Kota Sungai Penuh yang Menumpuk Dibuang di RKE, Warga Protes!
Sampah Kota Sungai Penuh yang Menumpuk Dibuang di RKE
SUNGAIPENUH, MERDEKAPOST.NET - Tumpukan sampah yang diprotes warga dalam beberapa hari terakhir ini di pusat Kota Sungaipenuh mulai diangkut oleh armada kebersihan.

Informasinya yang berhasil dihimpun, saat ini Pemerintah Kota Sungaipenuh sudah mendapatkan lokasi pembuangan sampah sementara yakni di wilayah perbukitan Renah Kayu Embun (RKE).

Ini dilakukan mengingat kondisi di Pusat Kota Sungaipenuh beberapa hari ini darurat sampah. Selain sampah menumpuk, aroma menyengat juga menjadi keluhan warga. Jika tidak segera diangkut, dikhawatirkan tumpukan sampah bisa mengakibatkan pencemaran udara serta menjadi pemicu penyakit demam berdarah, atau penyakit kulit.

Kabag Humas dan Protokoler Setda Kota Sungaipenuh, Alpian, yang ikut dalam pertemuan pihak Pemkot Sungaipenuh membahas masalah sampah membenarkan hal ini.

"Iya, sampah sudah mulai diangkut hari ini, untuk sementara pembuangan di wilayah RKE. Menjelang ada solusi tempat pembungan khusus. Untuk lebih jelas silakan hubungi pihak BLH" ujarnya singkat.

Pantauan koran ini (11/5), sejumlah titik tumpukan sampah di Kota Sungaipenuh telah kembali bersih pasca kembali beroperasinya armada kebersihan Kota Sungaipenuh.


Namun, Informasi terakhir yang berhasil dihimpun merdekapost.net ini, warga Desa RKE menolak sampah tersebut di buang dilokasi desa mereka. dan meminta agar sampah yang sudah dibuang dilokasi tersebut diminta untuk dibersihkan kembali. 

Bahkan siang tadi, perwakilan warga RKE sempat menggelar hearing dengan DPRD Kota Sungai Penuh yang pada intinya menolak lokasi desa mereka dijadikan tempat pembuangan sampah. namun sejauh ini belum diketahui apa hasil dari hearign tersebut.

Untuk diketahui, penumpukan sampah yang terjadi dalam minggu ini dikota sungai penuh ini terjadi akibat lokasi Tempat Pembuang Akhir (TPA) di kilomoter 11 puncak sedang bermasalah. Aparat desa dan tokoh adat Belui menolak pembuangan sampah di sana karena wilayah tersebut merupakan tanah adat Belui dan merupakan wilayah dalam Kabupaten Kerinci. (ald)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net