Headlines News :

Panasnya Pilgub DKI, Ahok Dianggap Sombong Sampai Preketek!

MerdekaPost | Minggu, 06 Maret 2016

Panasnya Pilgub DKI, Ahok Dianggap Sombong Sampai Preketek!
Pilgub : AHOK
Ahok saat ini tengah menunggu jawaban PDIP tentang rencana dia berduet dengan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI. Ahok berharap PDIP bersikap dalam waktu dekat karena pendaftaran cagub lewat jalur independen juga bakal segera dibuka. Jika Djarot ditolak, Ahok pun sudah mempersiapkan PNS DKI Heru Budi Hartono sebagai pendampingnya.

Namun pernyataan Ahok seputar meminta jawaban PDIP ini menuai tanggapan dingin dari elite PDIP. Ketua DPD DKI PDIP yang belum lama ini mengajukan pengunduran diri, Boy Sadikin, menganggap ini adalah bentuk kesombongan Ahok.

"Sombong sekali. Kok PDIP diancam dua minggu. Dia nggal ingat dulu sebelum ditarik? Dulu kan PDIP tahunya Jokowi, kita lalu sama-sama dengan Gerindra, Gerindra mengajukan Ahok," ungkap Boy di rumahnya, Jl Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2016).

Boy mengingatkan Ahok bahwa saat Pilgub 2012 lalu, ia gagal saat ingin maju dari jalur independen. Sehingga akhirnya Ahok memilih untuk maju bersama Gerindra yang berkoalisi dengan PDIP.

"Dia maju independen nggak cukup pengumpulan KTP-nya. Makanya dia pindah ke Gerindra karena nggak bisa independen, sama Teman Ahok juga," kata Boy.

"Saya nggak tahu Ahok ngerti nggak permainan partai. Kan kalau mau menarik kader ya sowan baik-baik. Jangan ngancem-ngancem dua minggu. Kalau ngomong di luar seakan-akan udah ngancem," sambung Boy.

Suara keras ke Ahok juga dilontarkan oleh musisi yang juga sekarang berstatus bakal cagub DKI dari PKB, Ahmad Dhani. Ahmad Dhani menduga Ahok bakal memamerkan kesuksesannya memimpin DKI dalam kampanye mendatang. Bagi Ahmad Dhani tak peduli dengan semua itu.

"Tim incumbent akan menyuarakan ke publik Jakarta bahwa dia punya track record. Opini akan digiring dan masyarakat akan menilai itu. Saya preketek sebagai warga asal Surabaya," tutur Ahmad Dhani usai bertemu Yusril Ihza Mahendra di kediamannya di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2016).

Dhani mengingatkan bahwa incumbent juga bisa kalah. Dia mengambil contoh saat Jokowi-Ahok meski disurvei kalah namun nyatanya mengalahkan Fauzi Bowo (Foke) yang berstatus incumbent pada Pilgub tahun 2012 silam.

"Incumbent konotasi lebih kuat. Seperti Fauzi Bowo lebih kuat dulu dalam survei tetapi bisa kalah oleh Jokowi. Jadi wajar," kilah pentolan Dewa itu.

Setelah titel sombong dan preketek, titel apa lagi yang bakal dialamatkan lawan Ahok ke cagub incumbent itu?

(pam/detik.com)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net