Headlines News :

Fachrori Jadi Pendamping Zola, Keluarganya Berada di Demokrat

MerdekaPost | Selasa, 07 Juli 2015

Fachrori Jadi Pendamping Zola, Keluarganya Berada di Demokrat

Pengamat: Konflik Kepentingan Bakal TerjadiAnak dan Istrinya Orang Demokrat, Anggota Dewan Pula


JAMBI-Konflik kepentingan sangat mungkin terjadi di Pilgub Jambi, terutama pada kandidat bakal calon wakil gubernur Jambi pendamping Zumi Zola Fachrori Umar.

Pasalnya, istri dan putri Fachrori merupakan anggota DPRD dari Partai Demokrat yang notabenenya diketuai oleh sang kompetitor Hasan Basri Agus (HBA).

Istri Fachrori yakni Rahimah merupakan anggota DPRD Provinsi Jambi dari Demokrat dan putrinya Mayang Sari juga anggota DPRD Bungo dari Demokrat.

Pengamat politik Jambi Jafar Ahmad mengatakan kemungkinan konflik kepentingan tersebut pasti akan ada. Akan tetapi menurutnya, pola pemilih saat ini masyarakat lebih melihat sosok kandidat dari pada isu partainya. Untuk itu, saat ini tergantung mekanisme yang ada dipartai tersebut.

“Orang memilih istri Fachrori buan karena partai tapi pegaruhnya, jadi kalau dia orang Demokrat tentu tidak ada pengaruh terhadap pilihannya,” katanya.

Namun jika di internal partai terjadi ketidak harmonisasi baginya itu sudah pasti akan terjadi. Bisa jadi besar kemungkinan loyalitas terhadap partai akan dipertanyakan.

“Bisa jadi nanti loyalitas istrinnya akan dipertanyakan terhadap partai. Tapi kalau pemilih umum tidak terlalu signifikan pengaruhnya,” sebutnya.

Permasalahan status kepentingan keluarga dan kepentingan partai ini sangat menarik untuk dibicarakan. Tapi terlepas dari apapun,  yang pasti menurutnya orang partai tentunya lebih berkeinginan mendukung kandidat yang diusung oleh partai.

‘’Kalau partai jelas ingin anggotanya berada digaris partai, tapi ketika berbicara keluarga tentu lain lagi, kalau mau sikap tegas ya tergantung partai,” tegasnya.

Pengamat Politik Jambi, Edi Indrizal megatakan peritiwa seperti ini sebetulnya bisa dilihat dari dua sisi. Menurutnya,  sisi pertema besar kemungkinan akan menjadi konflik kepentingan  dan sisi kedua bisa menjadi sinergi apabila bisa meemafaatkan pola tandem.

“Ini bisa menjadi konflik dan bisa menjadi kekuatan apabila bisa bersenergi,” katanya.

Namun jika tidak bisa membangun sinergi tersebut tentunya akan menjadi konflik baik di keluarga mapun di partai. “Nanti akan ada kata-kata kok kelaurga sendiri tidak di dukung,” sbutnya.

Apalagi tarik menarik dukungan ini semakin kuat karena adanya dua pasangan yang akan betarung. “Justru karena hnaya ada dua saja maka pelaung konflik ini terbuka,”  pungkasnya. (aiz)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net