Headlines News :

Kondisi Jalan Renah Pemetik Memprihatinkan, Pemkab Kerinci Diam Saja?

MerdekaPost | Senin, 22 Juni 2015

Salah satu ruas jalan yang harus dilalui dari dan menuju Renah Pemetik

Puluhan Mobil Angkutan Hasil Kebun Sudah Alami Kecelakaan


Kerinci, merdekapost.net - Ribuan kepala keluarga yang menggantungkan hidup dari kawasan perladangan Renah Pemetik harus berjuang keras untuk bisa melalui jalan Sungaitutung - Renah Pemetik. Bahkan tidak jarang kecelakaan terjadi disepanjang ruas jalan tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada tindakan dari instansi teknis Pemkab Kerinci. "Kondisi seperti ini sudah sangat lama terjadi. Ada alat berat yang diparkir di pinggir jalan, tapi tidak difungsikan," kata Safril, salah seorang warga.

Masyarakat memang tidak ada pilihan lain selain melewati jalan tersebut. Tidak jarang mereka harus tidur di jalan akibat terperangkap di jalan yang penuh lumpur.

Dikatakan warga, sejak dua bulan ke belakang, setidaknya telah terjadi sepuluh kali kecelakaan. Selain itu, kendaraan rusak dan mogok di jalan sudah menjadi hal yang biasa.

Jalan Sungaitutung-Renah Pemerik sebenarnya sempat diaspal beberapa tahun lalu. Namun diduga karena kualitas aspal yang kurang bagus, jalan hanya bertahan sebentar dan beberapa waktu kembali rusak parah.

Untuk menanggulangi sementara waktu, beberapa warga dikhabarkan melakukan inisiatif bergotong royong untuk memperbaiki bagian jalan yang kondisinya sangat parah yang tidak bisa dilewati.

"Ya mau bagaimana lagi, ini satu-satunya sumber mata pencaharian kami," tutur salah seorang warga.

"Setahu saya sudah beberapa kali mobil angkutan jenis pick-up dan L-300 yang terjerembab saat melalui jalan ini, dan Saya salah satu korbannya". Kata salah seorang supir bernama Anto menerangkan.

"Mudah-mudahan pemerintah secepatnya tanggap dan memperhatikan jalan yang kami lalui setiap hari ini". Pungkasnya

(ald/elw/petisinews.com)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net