Headlines News :

Geger, Mayat "Bangkit" Dari Kematian

MerdekaPost | Rabu, 05 Maret 2014

mayat hidup

Dinyatakan meninggal, namun ternyata hanya mati suri.

Merdekapost - Sangat fatal, mungkin begitulah gambaran yang pantas untuk menyampaikan kisah ini.
Seseorang telah dinyatakan meninggal tapi nyatanya malah masih hidup. Kejadiannya mirip dengan mati suri ini melanda Walter Williams, 78, seorang warga Mississippi, AS. 

Pekan lalu, William divonis telah meninggal oleh rumah duka di Mississippi. Begitu dinyatakan berpulang, William kemudian disemayamkan di rumah duka setempat, Holmes County, masih di wilayah Mississippi untuk dilakukan pembalseman.

Namun kejadian aneh muncul, pegawai rumah duka menemukan William hidup dan bergerak saat di dalam kantung mayat, sebelum jasad dibalsem.
Kejadian ini sontak membuat geger rumah duka sekaligus kabar mengharukan bagi keluarga William, dilansir Time, Selasa 4 Maret 2014.

Seorang kepala pemakaman setempat, Thomas Lynch mengakui memang susah untuk memastikan seseorang benar-benar meninggal. Untuk itulah, kata dia, terdapat tradisi "wake", sebuah ritual doa untuk mereka yang telah meninggal, yang diadakan setidaknya sehari atau dua hari. Menurutnya tradisi ini untuk memastikan manusia benar-benar telah berpulang atau tidak.

"Intinya yaitu untuk memastikan seseorang yang meninggal memang telah mati. Karena seringkali terdapat kekeliruan untuk memastikan kematian," kata Lynch yang merupakan penulis buku "The Undertaking: Life Studies From the Dismal Trade". 


Metode penentu kematian
Hanya mengandalkan berhentinya nafas seseorang juga bukan jaminan bahwa seseorang sudah meninggal. Banyak cara atau metode untuk memastikan bahwa seseorang telah meninggal.

Misalnya saat seseorang meninggal di rumah sakit, maka kepastian itu didapat setelah dokter menjalani pemeriksaan rekaman gelombang otak, detak jantung dan pernafasan. Jika dalam pemeriksaan itu, tampilan dalam layar pemantau berupa garis mendatar, maka berarti seseorang telah kehilangan fungsi vitalnya. 

Cara selanjutnya yakni pengukuran aktivitas jantung dengan ultrasound. Dr.Robert Glatter dari departemen pengobatan darurat Lenox Hill Hospital, New York, AS mengatakan peralatan ini bertugas mengukur aktivitas jantung. 
Kematian seseorang juga bisa dilihat dari tidak adanya refleks batang otak. Begitu ini tak ada, maka respon mata akan turut mati. 

Kembali pada kasus William, kepala kepolisian daerah setempat menganggap vonis lembaga pemeriksaan mayat (koroner) lokal tidaklah valid. Sebab menurutnya lembaga itu tak pantas untuk menyatakan seseorang sudah meninggal atau belum. Pada wkatu itu, koroner menyebutkan William mengalami gagal jantung.

"Koroner hanya memeriksa luka dan tidak memeriksa denyut. Lembaga ini telah mendeklarasikan hal yang berlebihan," tegas Kepala Polisi Willlie March.
Untuk itulah ada aturan di wilayah AS yang menentukan jika seseorang mengalami kematian, rumah duka dilarang untuk mengambil barang milik jenazah sampai petugas medis datang untuk memastikan kematian seseorang. 

Belajar dari kasus vonis William di atas, pemerintah setempat segara akan menetapkan standar untuk menentukan kematian seseorang di masa depan.
"Sampai kemudian, jika seseorang dinyatakan mati, jumlah dugaannya itu harus 100 persen valid," ujar Lynch.

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net