Headlines News :

Bahaya, Data-data Pribadi di Ponsel Bekas Bisa Dikembalikan

MerdekaPost | Kamis, 13 Februari 2014

Anda pikir data-data di ponsel lama yang sudah terjual sudah aman?

Merdekapost.com - Dua hingga tiga tipe ponsel baru muncul setiap harinya. Setiap tipe yang muncul menawarkan berbagai fitur dan kecanggihan, menuntut Anda merasa perlu untuk mengganti ponsel kuno Anda dengan yang baru.
Tapi, apakah Anda mengira semua data-data di ponsel bekas akan hilang saat Anda melakukan hard reset atau factory data reset? Jika ya, Anda salah. Data-data itu bisa dikembalikan.

Data-data sensitif seperti password, e-mail, catatan medis, atau pesan SMS pribadi dapat diungkapkan kembali dari ponsel bekas Anda meski sudah dihapus, menurut penyelidikan Channel 4, dilansir Telegraph, 10 Februari 2014.

Sejumlah wartawan Channel 4 membuktikan hal itu dengan membeli tiga ponsel bekas dari toko ponsel CEX, Inggris. Di sini, menurut karyawan toko, pelanggan yang menjual ponsel bekasnya selalu menghapus data-data pribadi sebelum ponsel itu dijual.

Namun, dengan melibatkan sejumlah ahli, sekitar 5.000 file dari tiga ponsel tersebut dapat dikembalikan dengan software khusus, termasuk SMS yang keluar masuk antara pengguna dan pacar gelapnya, rekam jejak browsing, hingga website-website porno apa yang sering dikunjungi.

Di ponsel lain, terkuak juga data-data berupa alamat e-mail dan password untuk bekerja, biodata lengkap dengan alamat, serta catatan medis. Meski data-data itu dihapus, beberapa di antaranya tetap dapat terlacak dan dibaca.

"Teknologi berkembang begitu cepat, begitu pula sistem kami. Saat ini, kami menerapkan prosedur baru yang melakukan metode penghapusan data secara lebih baik pada ponsel-ponsel bekas," ujar juru bicara CEX pada Channel 4.

Ialah SensePost, perusahaan keamanan yang berhasil mengembalikan data-data tersebut. Dalam blog-nya, perusahaan ini mengatakan bahwa memulihkan data-data dari ponsel bukanlah perkara yang sulit, terlebih lagi ponsel-ponsel yang tidak terenkripsi.

"Sejauh ini, iPhone melakukan enkripsi data mereka secaradefault, sehingga sulit untuk mengembalikan data-data yang sudah dihapus dan dikembalikan pada settingan pabrik. Tapi, meski kecil, kemungkinan (data dikembalikan) tetap ada," ujar juru bicara SensePost, dalam blog.

"Android secara default tidak mempunyai enkripsi, yang artinya seseorang dapat dengan mudah mengembalikan data-data dalam jumlah besar yang seharusnya sudah terhapus. Ini adalah ide yang baik untuk menjaga ponsel Anda dienkripsi," tandasnya.

"Sedangkan, Windows Phone dan BlackBerry masing-masing memungkinkan enkripsi secara opsional, tetap hal ini tidak aktif secara default. Windows Phone 7 bahkan tidak mendukung enkripsi filesystem inti," terang juru bicara SensePost.

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net