Headlines News :

Daratan Es di Greenland Mencair, Bumi Alami Siklus Zaman Es?

MerdekaPost | Rabu, 04 September 2013

Lapisan es Greenland kerap disebut-sebut sebagai sumber bencana Bumi

Merdekapost.com - 
Sebagian es di Greenland dikabarkan mencair karena panas dari mantel Bumi atau kerak Bumi, menurut temuan tim peneliti internasional.

Dailymail melansir, 14 Agustus 2013, kelompok riset itu mengklaim mereka adalah yang pertama kali menemukan hubungan antara mencairnya dataran es di Greenland dan aliran panas tinggi dari mantel Bumi.

Temuan itu, menurut mereka, berkemungkinan mempunyai implikasi untuk meramalkan wajah Bumi di masa depan, meliputi perubahan iklim dan alasan di balik mencairnya es di wilayah tersebut.

Lapisan es Greenland kerap disebut-sebut sebagai sumber bencana Bumi di masa depan, beberapa abad dari sekarang, yang bagi para peneliti sangat mungkin bisa menenggelamkan Bumi.

Dihitung secara total, jika volume es yang ada di Greenland seluruhnya mencair, maka permukaan laut global akan naik setinggi tujuh meter. Bisa Anda bayangkan, ada berapa pulau kecil di dunia ini yang terendam.

Melelehnya es pada daratan es telah meningkat drastis selama beberapa dekade terakhir, yang mana sebagian lebih dikaitkan dengan perubahan kondisi permukaan Bumi yang semakin hangat, menyebabkan sejumlah daratan es mengalami calving —proses di mana es keluar melalui gletser dan menjadi gunung es.

Sementara itu, penelitian internasional inisiatif IceGeoHeat yang dipimpin GFZ German Research Centre for Geosciencesmenilai pengaruh dari kerak Bumi dan mantelnya terhadap perubahan iklim saat ini terlalu sederhana.

Mereka membuat semacam model mantel Bumi dan pengaruhnya terhadap lapisan, dan menemukan bahwa pencairan hanya terjadi di daerah tertentu saja. Itu pun disebabkan karena komposisi mantel di bawahnya relatif lebih tipis.

Secara glasiologi, melansir Wikipedia, zaman es melibatkan adanya lapisan es yang mencair pada belahan utara dan selatan Bumi. Dengan definisi ini, artinya sekarang kita masih hidup di zaman es yang dimulai sejak 2,6 juta tahun yang lalu, tepatnya pada awal zaman Pleistosen, karena Greenland, Benua Arktik, dan Antartika masih ada sampai hari ini. 
(Choe)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net