Headlines News :

Tari ‘Lukah Gilo’ Semabu Pukau Penonton pada Pembukaan Temu Budaya Se-Indonesia

MerdekaPost | Senin, 10 Juni 2013

Tarian Lukah Gilo yang merupakan salah satu atraksi kesenian yang berasal dari desa Semabu Kabupaten Tebo berhasil memukau para peserta Temu karya Budaya Tingkat Nasional ke-14 yang dilaksanakan di Taman Budaya Jambi (TBJ) baru-naru ini.

Tarian ‘jaelangkung’ ala Jambi ini sengaja ditampilkan pada saat pembukaan temu budaya se-Indonesia sesuai dengan tema yang diusung yaitu sejauh mana mantra-mantra menyatu ditengah-tengah kehidupan masyarakat kita yang sudah membudaya sejak dahulu kala.

Seperti diungkapkan oleh Dr Sri Purnama, SSt,MSn kepala UPTD Taman Budaya Jambi, “kekuatan mantra-mantra telah lama menyatu dalam kehidupan dan kebudayaan masyarakat Indonesia, bahkan dibeberapa daerah sangat jelas nampak dalam keseniannya, dan hal itu  adalah hal yang unik dan patut diungkap”. Ungkap Sri Purnama.

“Mantra-mantra disini merupakan do’a-doa yang dipanjatkan dengan maksud tertentu, kita ingin mengangkat dan menyajikannya dalam bentuk penampilan di panggung”. Ungkap Sri lagi.

Untuk diketahui, di Kabupaten Tebo Seni tari ‘Lukah Gilo’ sudah seringkali ditampilkan atau mengisi acara diajang-ajang ataupun acara-acara baik yang dilaksanakan oleh Pemerintah melalui Dinas Dikbudpora maupun di acara-acara penyambutan tamu dilingkungan Pemkab Tebo.

Penari atau pemain tari lukah gilo ini bisa berjumlah 10 hingga belasan orang, dua orang diantaranya berperan sebagai pemegang ‘lukah gilo’ yang biasanya dikenal sebagai pawang atau pemimpin tarian ini.

Jika sudah sampai pada puncaknya dengan diringi mantra-mantra yang disampaikan dalam bentuk lagu-lagu, Lukah gilo akan bergerak sendiri (bergoyang-goyang) tanpa bisa ditahan, dan inilah salah satu nilai mistis  yang tertanam dalam tarian ini.

Desa Semabu merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Tebo yang letaknya diseberang sungai Batanghari dan untuk mencapai desa ini melalui Jalur Sungai dengan menyebrang selama lebih kurang 5 hingga sepuluh menit, menggunakan perahu (ketek), dan Desa ini berada di wilayah Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo atau sekitar 6 km dari pusat Kota Muara Tebo. (her)




Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net