Headlines News :

Panwaslu Tebo Rekomendasikan Seleksi 10 Besar KPUD Tebo di Ulang

MerdekaPost | Selasa, 04 Juni 2013

Tes Wawancara Dinilai Salahi Peraturan KPU No 2 Pasal 29 Tahun 2013

MUARATEBO — Polemik yang terjadi di tubuh Tim Seleksi (Timsel) KPUD Tebo dalam melakukan tahapan seleksi 10 besar calon anggota KPUD Tebo sudah masuk dalam kajian Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tebo. Berdasarkan kajian itu, Timsel Tebo dinilai menyalahi Peraturan KPU (PKPU) Nomor 2 Pasal 39 Tahun 2013.
Hal itu diakui Ketua Panwaslu Tebo, Yuli Astuti, Senin (3/6). Ia mengatakan, Panwaslu Tebo sudah mengirim surat rekomendasi ke Banwaslu Provinsi Jambi, menyatakan Timsel KPUD Tebo dalam melakukan tahapan seleksi wawancara 10 besar calon anggota KPUD Tebo menyalahi PKPU Nomor 2 pasal 39.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang dimintai keterangan dan kajian Panwaslu Tebo, Timsel KPU Tebo dalam melakukan tahapan seleksi wawancara 10 besar menyalahi aturan,” ujar Yuli.

Yuli mengatakan, sesuai PKPU Nomor 2 Pasal 39, tahapan seleksi yang dilakukan Timsel Calon KPUD Tebo tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan semenstinya pelaksanaan seleksi diulang sesuai tahapan yang bermasalah.

Dijelaskan, pada pasal 29 disebutkan, tim seleksi melakukan rekapitulasi hasil seleksi tertulis, tes kesehatan, tes psikologi, serta seleksi wawancara. Pada saat seleksi wawancara 20 besar menuju 10 besar, timsel calon komisioner KPUD Tebo melakukan pembagian kelompok masing-masing timsel mewawancarai empat orang dengan sistem satu lawan satu.

Dalam kondisi ini, tentunya timsel yang lainnya tidak memiliki rekapitulasi hasil wawancara para calon anggota KPUD, sehingga empat timsel lainnya tidak bisa melakukan penilaian.

“Itu kan sudah jelas, dalam PKPU Nomor 2 Tahun 2013 semua timsel harus memiliki rekaputilasi nilai calon anggota KPU. Permasalahan disini, timsel semuanya tidak memiliki rekapitulasi nilai, hanya satu timsel memiliki nilai empat orang calon,” kata Yuli.

Dikatakan Yuli, dalam tahapan wawancara yang dilakukan timsel tidak menggunakan alat perekam audio visual, padahal semestinya dalam aturan saat melakukan tahapan seleksi wawancara calon anggota KPUD.

“Sesuai aturan, kami rekomendasikan ke Banwaslu Provinsi Jambi bahwa tahapan seleksi wawancara yang dilakukan Timsel KPUD Tebo harus diulang,” ujar Yuli.

Dijelaskan, Panwaslu Tebo hanya merekomendasikan sesuai kajian dan keterangan saksi-saksi. Namun semua itu diserahkan ke Banwaslu Provinsi Jambi untuk mengambil tindakan selanjutnya.

Sesuai fungsi, Panwaslu Tebo telah menyurati Banwaslu Provinsi Jambi. Kebijakan yang diambil diserahkan sepenuhnya pada Banwaslu Provinsi Jambi.

Ketua Timsel KPUD Tebo, Lukman, tidak bisa dihubungi. Begitu juga dengan anggota timsel lainnya.

(ald/mpc)




Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net