Headlines News :

Mencuat, Hubungan Pejabat Teras Kota Sungai Penuh 'Retak'

MerdekaPost | Kamis, 06 Juni 2013

Ardinal dan Candra tidak diberi peran, Candra Tidak Perpanjang Masa Pensiun dan Maju di Pilkada Kerinci

SUNGAIPENUH – H. Asyafri Jaya Bakri (AJB) Wali Kota Sungai Penuh akhir-akhir ini dikhabarkan tidak harmonis lagi dengan Wakilnya Ardinal Salim dan Sekda Chandra Purnama, Informasi tidak harmonisnya hubungan tersebut sebenarnya sudah mencuat beberapa waktu lalu, namun saat ini keadaannya semakin parah saja, buktinya ketika ada wartawan yang bertamu ke ruangan wakil walikota, Wawako Ardinal terlihat tidak ada aktifitas sama sekali, informasi yang didapatkan dari beberapa sumber, Ardinal tidak diberi peran sama sekali oleh Wako AJB.

Informasi yang diperoleh dari salah seorang sumber, menyebutkan, “jika kita masuk ke ruangan Wawako Ardinal pagi-pagi sekitar jam 09.00 wib, beliau selalu ada dirungan dengan aktifitasnya hanya membaca Koran saja, tidak satupun surat yang harus ditandatangani di mejanya”,.

“bahkan, lanjut sumber ini lagi, lebih parahnya lagi, pejabat atau pegawai pun enggan datang dan masuk ke ruangan beliau, sebab juru kunci semua urusan pasti juga ditangan Wako AJB, sehingga secara tidak langsung maka Wawako hanya sebagai serap dan tidak bisa mengambil kebijakan atau keputusan”, ujarnya seraya meminta namanya tidak dituliskan

Hal yang sama juga terjadi dengan Sekda Kota Sungai Penuh Chandra Purnama, hingga akhir-akhir ini beredar kabar Chandra tidak akan memperpanjang pensiunnya akhir tahun ini, meskipun sebenarnya masih bisa untuk diperpanjang, hal ini salah satu bukti dan kenyataan yang menunjukkan terjadi keretakan hubungan antara pejabat teras kota sungai penuh yang semakin parah.

“Pak Chandra harusnya bisa mengajukan perpanjangan untuk pensiun, tapi itu tidak akan dilakukannya, ini ada indikasi antara sekda dan AJB juga sudah pecah” katanya lagi.

Kemudian, Majunya Sekda Kota Candra Purnama diajang Pilkada Kerinci juga bisa menjadi salah satu bukti bahwa dirinya memang sudah tidak mau memperpanjang masa dinasnya, dan merupakan suatu kenyataan bahwa dirinya ingin segera meninggalkan Kota Sungai Penuh yang disinyalir sudah tidak membutuhkannya perannya lagi.

Informasi lain juga menyebutkan, selain tidak harmonis dengan Wakil dan sekdanya, wako AJB juga tidak harmonis dengan semua Unsur Muspida, buktinya semua polisi dan TNI yang ditugaskan mengawal Wako ditarik kembali oleh Kapolres dan Dandim. “TNI langsung tarik anggotanya dari sana, begitu juga dari Kepolisian” katanya lagi.

Masih menurut sumber, dari mulut pak Wako AJB sering terucap bahwa ia masih banyak hutang Pilwako lalu yang harus di selesaikan. “ketika berbicara soal pembagian kerja dan tugas antara wako dan wawako, AJB selalu bilang ia masih banyak hutang yang harus diselesaikan, artinya, masih banyak janji-janji politiknya saat kampanye dulu yang belum terwujud dan harus segera diselesaikan, dan janji-janji tersebut mau-tidak mau harus dibayar dengan segala kebijakan dan kepentingan” kata sumber itu lagi.

(skt/her/KT/berbagai sumber/MP.com)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net