Headlines News :

Harga Premium Mahal, Mobil Diesel Bakal Ramai Diburu?

MerdekaPost | Rabu, 19 Juni 2013

Sejumlah kendaraan bermotor mengisi bahan bakar minyak (BBM)

Volume mobil diesel penumpang masih sangat kecil.

Merdekapost.com - Pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium menjadi Rp6.500 per liter dan solar Rp5.500 per liter. 
Adanya selisih sekitar Rp1.000 dari kedua jenis bahan bakar itu dikhawatirkan bakal memicu peralihan pemakaian kendaraan berbahan bakar premiun ke diesel.

"Saya rasa tidak segampang itu. Karena segmentasi pasar mobil bensin dan solar di Indonesia berbeda," kata pengamat otomotif Suhari Sargo kepada wartawan, Selasa 18 Juni 2013.

Menurut dia, pasar mobil diesel di Tanah Air lebih besar ke kendaraan komersial, sedangkan bensin di kendaraan penumpang.

Dia menjelaskan, volume mobil diesel untuk kendaraan penumpang, saat ini masih cukup kecil, dan belum tersedia di semua model mobil seperti sedan, hatchback dan city car.
"Diesel baru banyak digunakan oleh mobil jenis SUV. Itu pun biasanya untuk kendaraan operasional perusahaan. Jadi, belum cukup populer di sini," tambahnya.

Berdasarkan pengalaman di India, perlakuan yang berbeda antara pemakaian gasoline (premium) dan diesel telah menyebabkan negara ini kini menghadapi dilema.

Ketika Mei 2010, pemerintah India mencabut subsidi untuk gasoline dan tetap mempertahankan subsidi untuk solar, terjadi pengalihan pemakaian bahan bakar dari gasoline ke solar. Penjualan kendaraan berbahan bakar diesel tumbuh pesat, sehingga pemakaian solar naik tajam.

Mengutip data dari Society of Indian Automobile Manufacturers (SIAM), pada 2012-2013 penjualan kendaraan diesel meningkat 35 persen, sedangkan untuk kendaraan berbahan bakar gasoline turun 15 persen.

Akibatnya, kebijakan tersebut menjadi tidak tepat sasaran dan pengeluaran anggaran India untuk subsidi untuk bahan bakar terus membengkak. 

Pada 2011-2012, anggaran subsidi bahan bakar naik 26,7 persen. Di samping itu, dari sisi lingkungan hidup, pemakaian bahan bakar diesel yang semakin besar, tingkat polusi juga semakin terasa, terutama di daerah perkotaan.

Kini, negara tersebut tengah menghadapi dilema. Karena, di satu sisi tuntutan untuk mengurangi subsidi bahan bakar diesel dan polusi udara terus menguat, di sisi lain industri otomotif dan transportasi negara tersebut sudah sangat  tergantung pada bahan bakar diesel. (choe)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net