Headlines News :

Amboi Lamaknyo! Sambal Jengkol Plus Sayur Ubi Tumbuk!

MerdekaPost | Jumat, 10 Mei 2013

Jakarta - Kangen jengkol yang empuk gurih? Mampir saja ke rumah makan Padang yang satu ini. Berbagai sajian khas Minang mulai dari rendang daging, ayam pop, ikan bilis goreng, hingga sambal lado mudo dan sambal jengkol yang sedap siap disantap. Lamak nian!

Kalau siang ini lapar berat, langsung saja singgah ke RM Pagi Sore. Restoran yang memiliki empat cabang di Jakarta dan tiga cabang di Palembang ini ini memang tak pernah sepi pengunjung. Seperti salah satu cabangnya yang berada di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Koleksi lauk khas Minang terjejer rapi pada lemari kaca, benar-benar menggiurkan. Aroma wangi gulai pun terendus saat memasuki restoi ini. Ruangannya luas, bangku dan mejanya ditata dengan rapi komplet dengan piring makan dan wadah sendok juga garpu yang terbungkus tisu.

Selain diatata rapi seperti ruang makan keluarga, par apelayan di resto ini juga ramah. Beberapa menit saja aneka lauk serba hangat tersaji di meja. Ada rendang daging, gulai tunjang, gulai otak, ikan bilis goreng, ayam pop, daun ubi tumbuk, sambal jengkol juga sambal lado mudo.

Bedanya dengan rumah makan Minang lain, di sini ada beragam sayuran tumis berbumbu ringan. Seperti tumis pare, tumis taoge sampai cah buncis ayam. Nasi putih yang panas mengepulpun disajikan dalam mangkuk putih berukuran sedang. Wah, benar-benar menantang!

Tanpa basa-basi, secentong nasi mendarat tepat di atas piring. Disiram dengan kuah santan sayur daun ubi tumbuk (Rp. 11.000). Sayur daun ubi tumbuk ini identik dengan hidangan khas Sumatera Utara, yang populer juga di beberapa wilayah Sumatera termasuk Sumatera Barat.

Daun ubi atau daun singkong ini ditumbuk dan dimasak dengan santan encer, bersama bunga kecombrang dan tekokak atau rimbang yang bentuknya menyerupai leunca. Aroma serai, lengkuas dan bunga kecombrang yang wangi beradu nikmat dengan kuah santan yang gurih asin. Onde mande, makin sedap disuap dengan nasi putih yang masih hangat.

Terget selanjutnya adalah rendang ayam (Rp. 16.000). Hampir seluruh bagian daging ayam bagian paha ini dtertutup oleh bumbu rendang yang kecokelatan dengan sedikit jejak minyak. Aroma bumbunya semerbak, terasa gurih dengan aksen sedikit manis. Sangat cocok disantap dengan daging ayam yang gurih empuk.

Kamipun tertarik dengan sajian sambal jengkol (Rp. 13.000) yang tampil merah oranye menor. Saat dicicip jengkol berukuran tebal ini teksturnya sangat empuk menyerupai tempe. Agaknya jengkol dimasak berkali-kali, direbus, digoreng kemudian diaduk dengan sambal rawit merah yang diulek kasar . Ah, gurih, nutty dan pedas. Dahsyat semarak di lidah!

Belum puas menikmati lauk-pauk yang terjejer di meja, ikan bilih goreng (Rp. 15.000) dan sambal lado mudo (Rp. 8.000) pun berpindah ke piring. Ikan bilih dari danau maninjau ini kering, gurih renyah dengan rasa asin yang pas. Sambal cabai hijau yang ditumbuk kasar, pedas asam menjadi teman yang pas buat ikan mungil ini.

Keringat yang bercucuran dipelipis kami redam dengan segelas passion ice tea (Rp. 25.000) atau es teh markisa. Minuman markisa lebih menunjukkan ciri khas Palembang, sesuai dengan gaya restorannya. Tehnya dicampur dengan sirup markisa dan diberikan topping buah markisa. Ahh.. dengan cepat minuman segar ini menyapu pedas di mulut.

Santapan yang pedas nikmat ini benar-benar memuaskan selera. Harganya yang sepadan dengan rasanya. Rasanya bakal berkunjung kembali menikmati masakan Padang saat siang ataupun malam.

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net