Headlines News :

Jangankan Obesitas, Gemuk Saja Sudah Cukup Membebani Jantung

MerdekaPost | Minggu, 28 Juni 2015

Jangankan Obesitas, Gemuk Saja Sudah Cukup Membebani Jantung
Jakarta, Banyak orang mengira penambahan berat badan hanya akan menyebabkan gangguan kesehatan jika sudah melebihi ambang batas alias kegemukan (obesitas). Padahal sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Medicine menemukan berat badan berlebih saja sudah cukup memberikan dampak negatif terhadap jantung.

Peneliti dari University of Oxford Inggris menemukan bahwa risiko penyakit jantung koroner (CHD) meningkat tak hanya karena usia tapi juga penambahan indeks massa tubuh (body mass index atau BMI) pada seseorang.

Bahkan menurut peneliti peningkatan kecil dari BMI saja sudah mampu berkontribusi terhadap peningkatan risiko jantung koroner, meskipun yang bersangkutan tidak dikatakan obesitas atau kegemukan.

Setelah mengamati kondisi kesehatan 1,2 juta wanita di Inggris dan Skotlandia selama lebih dari satu dekade, peneliti menyimpulkan untuk setiap penambahan BMI sebanyak lima unit pada wanita, risiko penyakit jantung koronernya meningkat hingga 23 persen. Risiko ini setara dengan dampak penuaan terhadap jantung selama 2,5 tahun.

Sebelumnya peneliti telah mengantongi fakta bahwa satu dari 11 wanita paruh baya yang langsing dan rata-rata BMI-nya 21 akan diopname di rumah sakit atau meninggal akibat penyakit jantung koroner ketika menginjak usia antara 55-74 tahun. Tapi risiko ini akan meningkat secara progresif jika BMI-nya juga bertambah.

"Risiko jantung koronernya meningkat hanya karena peningkatan BMI yang kecil dan risiko ini tak hanya terlihat pada wanita yang paling gemuk tapi juga wanita yang tak tergolong ke dalam obesitas sekalipun," ungkap peneliti Dr. Dexter Canoy seperti dilansir Daily Mail, Jumat (5/4/2013).

"Untuk itu perubahan kecil pada BMI dibarengi dengan gaya hidup yang sehat seperti tidak merokok, menghindari alkohol dan rutin berolahraga dapat berpotensi mencegah terjadinya jantung koroner bagi banyak orang," tambahnya.

Studi lain juga menemukan pekerja kantoran berisiko tinggi mengidap sejumlah penyakit kronis seperti kanker, diabetes dan gangguan jantung hanya dengan duduk selama 6-8 jam tanpa jeda, tak peduli pria maupun wanita.


(choe)




Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net