Headlines News :

10 Karyawan RSUD STS Tebo Protes, Gaji Dipotong dan di PHK Sepihak

MerdekaPost | Senin, 22 April 2013

Baru-baru ini dipermasalahkan mengenai pimpinan RSUD STS Tebo,
dan kali ini nampaknya ada lagi masalah diseputar manajemen RSUD
kebanggaan masyarakat Tebo ini. (Ft. Gapura RSUD Tebo yang megah)
MUARA TEBO - Sudah jatuh ditimpa tangga. Mungkin itu yang dialami oleh 10 orang karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Thaha Saifudin (RSUD STS) Tebo. Setelah gaji mereka (10 karyawan,red) dipotong oleh pihak rumah sakit, mereka pun diberhentikan tampa alasan yang jelas.

"Ini gaji kamu dari pihak ketiga. Kamu tidak dipakai lagi, jadi mulai besok kamu tidak kerja lagi disini," kata AN menirukan perkataan pihak RSUD STS Tebo saat membayar gaji.

AN adalah salah satu karyawan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan oleh pihak RSUD STS Tebo. Dia mengaku sudah hampir enam tahun bekerja sebagai cleaning service dirumah sakit tersebut.

Diceritakannya, Rabu (10/4) kemari, semua karyawan cleaning service RSUD STS Tebo menerima gaji yang dirafel selama tiga bulan. Sayangnya, jumlah gaji yang mereka terima langsung dipotong oleh pihak RSUD STS Tebo sebesar 10 persen dengan alasan untuk membayar pajak dan Jamsostek. Ironisnya lagi, usai menerima gaji AN dan 9 orang rekan kerjanya di PHK.

"Seharusnya kami menerima gaji sebesar Rp 1 juta perbulan. Tapi yang kami terima hanya Rp 900 ribu karna dipotong pajak dan Jamsostek. Padahal, sampai sekarang kami tidak pernah menerima kartu Jamsostek. Yang lebih sedih lagi, tampa alasan yang jelas, kami diberhentikan begitu saja," bebernya.

Ingin tahu kejelasan atas pemotongan gaji dan PHK yang dilkakukan oleh pihak rumah sakit, hari berikutnya Kamis (11/4) AN beserta 9 orang rekannya mendatangi Direktur Utama (Dirut) RSUD STS Tebo untuk minta penjelasan. Selain itu, AN beserta rekannya juga minta kepada Dirut untuk mempertimbangkan keputusan PHK dengan harapan mereka bisa kembali bekerja sebagai mana biasanya.

"Bagi kami pemotongan gaji sebesar Rp100 ribu, sangat besar. Jadi wajar saja jika kami ingin mengetahui kejelasan yang sebenarnya. Begitu juga dengan pemberhentian yang dilakukan sepihak oleh pihak rumah sakit. Apalagi dari 10 orang karyawan yang di PHK, dua orang diantaranya adalah janda.," tuturnya.

Sementara, HA janda dua anak yang di PHK pihak RSUD STS Tebo, merasa sangat bingung dan berharap bisa kembali bekerja di rumah sakit tersebut. Pasalnya, gaji yang diterima selama bekerja di rumah sakit tersebut digunakan untuk menafkahi dua orang anaknya.

"Saya butuh kerja untuk nafkahi kedua orang anak saya," pungkasnya. 

(ald/merdekapost.com)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net