Headlines News :

Warga Tutup Panti Pijat Puja Kusuma Di Rimbo Bujang

MerdekaPost | Rabu, 20 Maret 2013

Aksi warga saat meminta panti pijat Jaya Kesuma di Rimbo Bujang agar segera
ditutup, karena diduga sebagai tempat esek-esek (ist)
RIMBO BUJANG – Keberadaan Panti Pijat Puja Kusuma yang diduga menyediakan layanan plus “esek-esek”, siang kemarin (19/3) sekitar pukul 12.00 ditutup warga. Masyarakat juga mewanti-wanti, kalau sampai usaha tersebut dibuka lagi, warga tidak segan-segan untuk menutup kembali.

Aksi puluhan orang yang diketahui sebagai warga masyarakat Jalan 10, Kelurahan Wirotho Agung, Rimbo Bujang itu, sebenarnya sudah direncanakan sejak malam harinya, Senin malam (18/3) sekitar pukul 20.00 WIB. Tapi karena kondisi hujan, dan alasan menghindari adanya pihak tidak bertanggung jawab akhirnya baru dilakukan siang harinya.

Sebelum aksi tersebut dilakukan, sebelumnya beberapa perwakilan masyarakat juga pernah mendatangi tempat usaha yang berlokasi di deretan ruko baru di depan SD Negeri 30, yang masuk wilayah Jalan 10 itu. Pada saat itu masyarakat menanyakan terkait usaha yang dibuka oleh pengelola.

“Kalaupun ada usaha pijit kami perbolehkan, tapi kalau sudah neko-neko kami akan tutup,” ujar salah satu masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Setelah selah beberapa minggu, masyarakat melihat aktifitas di tempat usaha yang berkedok gado-gado itu, akhirnya mendatangi kembali dengan massa yang lebih banyak. Kemarin juga masyarakat minta untuk pemilik menutup usaha tersebut dan mengosongkan tempat.

Namun sayang pada saat kedatangan puluhan massa itu kemarin, pemilik asli, yakni Jamalludin dan Yani sedang tidak ada ditempat. Yang ada hanya beberapa anak buah dan wanita yang bekerja sebagai tukang pijit. Ketika didatangi para wanita itu kabur semua. Dan hanya ada satu orang laki-laki yang menemui warga.

Pada intinya, laki-laki tersebut mengaku hanya sebagai orang yang diminta oleh pemilik untuk menjaga usaha tersebut sementara. Soal penutupan, dia akan menyampaikannya kepada pemiliknya, yakni Jamalludin dan Yani.

Meskipun demikian, masyarakat minta agar usaha tersebut ditutup sejak kemarin. Dan masyarakat memberikan waktu selama tiga hari kepada pemiliknya untuk mengosongkan ruko tersebut.

“Kami tidak mau tahu, pokoknya mulai hari ini usaha ini ditutup, dan dalam waktu tiga hari tempat harus sudah dikosongkan. Kalau tidak nanti masyarakat yang akan mengosongkannya,” tambah masyarakat lagi.

Beruntung aksi masyarakat tersebut tidak anarkis. Sebab dari awal kedatangan warga Polisi Sektor Rimbo Bujang yang telah mengetahui rencana aksi tersebut telah mengamankan lokasi. Kapolsek Rimbo Bujang AKP Ike Yuliyanto didampingi beberapa anggotanya mendampingi masyarakat menyampaikan pendapatnya.

Kapolsek ketika dikonfirmasi menyimpulkan, perwakilan pemilik usaha tersebut akan menyampaikan permintaan masyarakat itu. Dan sejak kemarin tempat usaha telah ditutup. Setelah itu masyarakat membubarkan diri.

“Kesimpulannya masyarakat minta agar tempat ini ditutup dan dikosongkan. Sementara perwakilan pemilik mengatakan baru akan menyampaikan kepada pemiliknya dan minta waktu tiga hari,” ujar Ike. (fif/merdekapost.com)

+ komentar + 2 komentar

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net