Headlines News :

Pilkada Kerinci 2013 Terancam Diundur ?

MerdekaPost | Selasa, 05 Februari 2013

Kandidat Dirugikan, Sudah Sosialisasi dan Gandeng Partai

KERINCI - Sosialisasi Bakal Cabup Kerinci sudah gencar dilakukan tapi kepastian pelaksaan Pilkada akan di undur bahkan tim sukses sudah direkrut dimana-mana namun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kerinci yang direncanakan tahun ini, terancam ditunda dua tahun kedepan atau tahun 2015. Soalnya, jadwal pencoblosan yang direncakan Juli 2013 atau empat bulan lagi, hingga memasuki Februari 2013 tahapan belum kunjung dilaksanakan.

Jika Pilkada Kerinci memang gagal dilaksanakan tahun ini, maka dua tahun ke depan Kabupaten Kerinci akan dipimpin pejabat bupati bukan bupati pilihan rakyat. Sebab, pada 2014 tidak bisa dilaksanakan, lantaran bertepatan dengan Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden.

“Ini perlu jadi pertimbangan matang. Kalau ditunda, dua tahun kerinci akan dipimpin pejabat bupati, bukan bupati definitif,” kata mantan Sekda Kerinci, Dasra MTP.

Dasra yang juga kandidat bupati kerinci mengaku dirugi, jika Pilkada Kerinci gagal dilaksanakan tahun ini. Karena pihaknya sudah melakukan sosialisasi, tentunya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Disampaing itu, tidak sedikit pula para kandidat yang sudah dipinang Partai Politik (Parpol).

“Selaku kandidat kita sangat dirugikan, kalau Pilkada gagal dilaksanakan tahun ini. Apalagi kalau sudah mendapatkan partai pengusung,” katanya.

Menurut dia, jika anggaran yang jadi persoalan, tentunya KPU, Pemkab dan DPRD Kerinci harus duduk bersama. Anggaran yang diajukan KPU tidak bisa dipangkas atau ditambah begitu saja, tapi harus melalui perhitungan yang matang. “Rasionalisasi harus sesuai kebutuhan. Tidak bisa main potong atau main tambah, tapi harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan,” kata Dasra.

Kandidat calon bupati kerinci asal Kecamatan Gunung Raya ini menambahkan, DPRD dan Tim TAPD jangan menjadikan anggaran besar sebagai patokan. Karena, KPU mengajukan anggaran sebesar itu tentu sudah disesuaikan dengan kebutuhan, seperti cetak kertas suara, honor PPK, PPS, KPPS dan lain sebagainya.

“Tapi kalau sudah dihitung dan tidak sesuai, baru dipotong. KPU juga demikian, jangan hanya komentar di media, tapi surati secara resmi,” katanya. Meski adanya kabar yang tersiar bahwa anggaran Pilkada Kerinci sudah disahkan dan disetujui sesuai permintaan KPU. Namun, dikalangan masyarakat informasi tersebut masih simpang siur, apakah benar kabar tersebut atau tidak.

“Kabarnya sudah ditambah dari Rp 11,3 M menjadi Rp 15 M, apakah benar itu,” tanya saat menghubungi jambiglobal.com via ponsel. (her/Jambi Global)


Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net