Headlines News :

Kampanye dengan Fasilitas Daerah Dianggap Tak Beretika

MerdekaPost | Rabu, 06 Februari 2013

Baliho yang Menggunakan Dana APBD
JAMBI - Maraknya kampanye yang diduga menggunakan fasilitas milik pemerintah daerah dan didanai  APBD oleh calon peserta pemilihan kepala daerah yang akan bertarung baik ditingkat provinsi, kabupaten/kota, dinilai tak beretika.

Pengamat Kebijakan Publik Kabupaten Kerinci, Heri Zaldi, kepada wartawan merdekapost.com, Kamis mengatakan penggunaan fasilitas pemerintah oleh calon incumbent merupakan tindakan yang tidak beretika. Namun, sampai kini calon peserta pilkada incumbent tak canggung memanfaatkan aset pemda dan kegiatan yang didanai APBD untuk berkampanye.

Dikatakan Heri, Akibat seringnya calon incumbent menggunakan fasilitas milik pemerintah daerah, kini cenderung dinilai lumrah saja kalau ada yang berkampanye dengan cara itu. Idealnya, harus ada aturan yang jelas dan durasi waktu tentang pembatasan gerak incumbent, sehingga tidak memanfaatkan fasilitas dan uang negara untuk berkampanye atau menyosialisasikan berbagai program,  sementara dirinya adalah sebagai peserta pilkada”.

Menurut Heri, sungguh miris saat ini bukan hanya pemimpin daerah yang menjadi peserta incumbent yang memanfaatkan fasilitas pemda. Namun, pegawai negeri sipil (PNS) yang jelas-jelas dalam aturan tegas tidak boleh menjadi tim sukses, kini berlomba-lomba berperan aktif dalam setiap pilkada, akibatnya ketika jagoan mereka kalah bertarung dalam pilkada maka mereka sendiri yang akan menjadi korban”. Ungkapnya.

“Karier yang dirintis pegawai negeri sipil terpaksa hancur karena calon Gubernur, Bupati atau wali kota yang mereka dukung gagal dalam memenangkan pilkada. Padahal karier yang dibangun PNS berdasarkan asumsi dan nilai-nilai profesionalisme sebagai abdi Negara”. Jelasnya.

Fenomena yang kini dianggap lumrah itu hampir setiap hari bisa dijumpai saat pejabat pemerintah menghadiri acara-acara dimana pembawa acaranya bahkan sang pemimpin sendiri meminta dukungan dari audien. Bahkan hampir disetiap pertemuan diteriakkan yel-yel tanda dukungan kepada calon peserta pilkada.

Kegiatan pemda juga tampak dikondisikan menjadi ajang kampanye terselubung calon incumbent yang notabene adalah pejabat daerah. Apalagi ketika seorang yang bertugas sebagai pembaca doa selalu mendoakan supaya sang pemimpin nantinya menjadi gubernur, menjadi bupati atau wali kota sesuai pesanan, katanya.
(ald/MPC)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net