Headlines News :

Jangan Sembarangan Memangkas Rambut Kemaluan, Ini Akibatnya

MerdekaPost | Jumat, 08 Februari 2013

Jakarta, Zaman sekarang, rambut kemaluan jarang dibiarkan gondrong. Entah dengan cukur atau waxing, sampai gundul atau hanya dibentuk, rambut di area sensitif itu pasti akan dipangkas. Hati-hati, sudah banyak yang cedera saat memangkasnya.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of California di San Francisco (UCSF) menunmjukkan, kasus cedera saat memangkas rambut kemaluan meningkat 5 kali lipat antara tahun 2002-2010. Pada 2010, kasusnya diperkirakan mencapai 2.500 kasus per tahun.

Jenis cedera yang dialami umumnya berupa tergores, terbakar lilin atau wax, ruam dan perasaan tidak enak lainnya. Sepele, tetapi tidak boleh diabaikan karena selalu ada risiko yang lebih serius seperti tersayat atau luka bakar yang lebih serius akibat lilin panas.

"Sebenarnya kami menemukan bahwa 3 persen kecelakaan genitourinary (di area kelamin) ada hubungannya dengan praktik merapikan rambut kemaluan," kata Dr Allison Glass, peneliti klinis dari UCSF seperti dikutip dari TodayHealth, Jumat (8/2/2013).

Dilihat dari jenis kelaminnya, cedera atau kecelakaan yang terjadi saat merapikan rambut kemaluan lebih sering dialami perempuan yakni sekitar 57 persen. Pada laki-laki, baik straight maupun gay, kasus serupa hanya tercatat sekitar 43 persen.

Dr Glass menduga peningkatan kasus kecelakaan semacam ini terjadi akibat tren merapikan rambut kemaluan yang meningkat. Sebuah data dari jurnal Urology menunjukkan 70-88 persen perempuan dan 58-78 persen laki-laki di Amerika Serikat telah memangkas rambut kemaluannya.

Tidak semua memangkasnya sampai benar-benar gundul, ada sebagian yang hanya merapikan agar bentuknya lebih enak dilihat. Namun dampaknya sama, selain meningkatkan risiko kecelakaan juga mengancam kelestarian beberapa spesies kutu rambut yang hidup di daerah tersebut.

Bicara soal tren memangkas rambut kemaluan, pengaruh tontonan porno tidak bisa dipisahkan. Pengamantan Dr Glass menunjukkan tren rambut kemaluan yang gondrong di majalah khusus dewasa Playboy mulai bergeser sejak tahun 1970-an dan hampir tidak ada lagi bintang porno yang punya rambut kemaluan lebat pada tahun 2000-an.


(choe)


Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net