Headlines News :

Petani Ser-Ser Menjerit, Pupuk Subsidi Dijual Diatas HET

MerdekaPost | Kamis, 24 Januari 2013

F. Doc (Ilustrasi)
Penyalur Pupuk Subsidi Kangkangi Keputusan Menperindag

MUARA TEBO, MPC – Walaupun sudah sering kali dikeluhkan oleh masyarakat petani di Kecamatan Serai Serumpun (Serser), terkait tingginya harga pupuk subsidi yang dijual oleh pengecer diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, hingga saat ini belum juga ada tindakan nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo maupun aparat penegak hukum untuk menyelesaikan masalah ini.

ALM salah seorang petani di kecamatan Serser mengatakan, tingginya harga pupuk yang dijual pengecer tersebut, sudah lama dan sering kali dikeluhkan oleh petani. Bahkan hal tersebut sudah dilaporkan secara tertulis kepada Kepada Dinas Prindagkop dan UKM Tebo dan ditembuskan kepada Bupati, Dinas Pertanian dan Kapolres Tebo.

“Laporan itu kami layangkan pada tanggal 27 Desember 2012 kemarin. Sayangnya, hingga saat ini belum ditanggapi dan penyalur tetap menjual pupuk diatas HET,” ungkap ALM.

Lanjutnya, selain harga pupuk yang dijual diatas HET yang sudah ditentukan, petani juga melaporkan tentang cara penyaluran pupuk yang dilakukan oleh penyalur tidak mengikuti Rencana Depinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Padahal yang dilakukan oleh penyalur tersebut sudah jelas-jelas mengangkangi Surat Keputusan Menperindag Nomor. 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003, tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian. Tapi tidak juga ada tindakan dari pemkab maupun aparat penegak hukum,” ucapnya. 

ALM juga mengatakan, waktu itu Pemkab Tebo hanya menjajikan akan diadakan duduk bersama antar penyalur dengan petani untuk mencari solusinya.
Begitu juga yang diaktakan SKN juga petani di Kecamatan Serser. Menurutnya, terjadinya kejanggalan dalam penyaluran pupuk bersubsidi tersebut, diduga akibat kurangnya control dari Komisi Penyalur Pupuk dan Peptisida (KP3) Tebo, dalam hal ini diketuai oleh Ir. Alfred, MAB Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo.

Sementara, lanjut SKN, saat ini petani sudah sangat menderita dengan turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit. Ditambah lagi dengan akses jalan menuju pabrik sawit, kondisinya rusak parah, yang mengakibatkan petani sulit mengangkut hasil buah sawit mereka.

“Terkadang harga TBS sawit selalu berubah. Ketika harganya turun, sudah tentu kami merasa sangat berat untuk membeli pupuk dengan harga yang dipatokan oleh penyalur,” tuturnya.
Alfred Asisten II Sekda Tebo sekaligus Ketua KP3, saat dikonfirmasi beritatebo.com, terkait tugas pokonya sebagai pengawas penyaluran pupuk subsidi dan peptisida di Tebo, hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi. (ald)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net