Headlines News :

Mahasiswa Kerinci-Jakarta Sebut Promosi Pariwisata Kerinci di Jakarta Mubazir

MerdekaPost | Rabu, 23 Januari 2013

Mahasiswa Kerinci Jakarta saat mengkonfirmasi Kadis Poraparbud Arlis Harun,
mereka menilai promosi yang dilakukan tidak tepat sasaran dan terkesan
menghambur-hamburkan APBD. (doc/ist/MPC)
Seharusnya Libatkan Putra-putri Kerinci di Jakarta
JAKARTA-Untuk kali kedua kegiatan promosi wisata Kerinci disoalkan. Sebelumnya mengenai Museum Kerinci di Malaysia, kini tentang promosi budaya Kerinci di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dipermasalahkan. 

Kegiatan yang memberangkatkan 35 orang dari kerinci tersebut dinilai mubazir, alias hanya menghambur-hamburkan anggaran. Ketua Himpunan Mahasiswa Kerinci Jakarta (HMKJ), Septa Dinata mengatakan, acara tersebut tidak dikelola dengan baik. Dia menilai kegiatan tersebut hanya seremonial, karena hanya dihadiri warga perantauan Kerinci.
"Cuma seremonial saja. Hanya sambutan demi sambutan. Foto-foto parwisata yang dipajang sangat tidak layak. Kerinci yang sangat indah menjadi tereduksi dalam promosi yang jelek," tulis Mahasiswa Universitas Paramadina via pesan Blackberry (BBM) kepada wartawan, Minggu (20/01) lalu.
Mahasiswa semester VII jurusan Filsafat ini menyebutkan, yang dipromosikan disana hanya Kayu Manis, Dodol, Sirup Kayu Manis, Teh dan beberapa foto objek wisata serta penampilan kesenian daerah.
"Kadis Parwisata tidak mengerti arti promosi. Seharusnya promosi sedapat mungkin menarik perhatian orang terhadap Kerinci. Ini malah yg hadir cuma perantauan Kerinci di Jakarta. Beberapa duta besar yg katanya mau hadir, sepertinya batal. Sampai sekarang belum hadir juga," tulisnya lagi.
Masih menurut Septa, ketika pihaknya menanyakan arah dan anggaran promosi budaya kerinci ke Kepala Disporaparbud Kerinci, Arlis Harun mengaku terkendala waktu yang mepet. "Mengenai anggaran, jawabannya normatif," kata Septa.
Sementara itu, salah seorang pemerhati Budaya Kerinci yang berada di Jakarta, Riki Haryanto, via akunt Facebooknya mengomentari, Jika ingin promosi di Jakarta, seharusnya Disporaparbud Kerinci mampu bekerjasama yang baik dengan putra dan putri kerinci yang berada di Jakarta. Potensi mereka di bidang seni dan budaya beserta cara promosinya tidak usah diragukan lagi. Selama ini mereka belum punya media atau sarana untuk mempromosikan seni dan budaya kerinci.
“Saya kenal semangat muda seperti Riyanto Toto, Gettar Prahara, dan Oktafiandi Bajaj. Mereka punya banyak mimpi dalam konteks ini namun kami belum mendapat dukungan. Optimalkanlah daya jual dan daya saing mereka mengingat mereka akan sangat membantu untuk memetakan kebutuhan disporaparbud dan men-setting promosi dengan kemasan terbaik”. Ungkapnya.
Kritikan juga datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kerinci. Irwandi menilai keeksotisan Objek Wisata di Kabupaten Kerinci sangat luar biasa. Tapi pengolaannya kurang baik, fasilitas di sekitar Objek Wisata juga tidak mendukung dan tidak memadai.

"Sampah yang sangat mengotori lokasi objek wisata. Ini menunjukkan Pemerintah Kabupaten Kerinci tidak bisa mengelola dan menata dengan baik objek wisata yg ada di kerinci," tulis Irwandi via BBM.
Disporaparbud, lanjut Ketua HMI Cabang Kerinci, selaku dinas terkait yang mengelola dan menata Objek Wisata di Kabupaten Kerinci dinilai kinerjanya yang kurang baik. "Kalau keeksotisan Objek Wisata di Kabupaten Kerinci bisa dikelola dan ditata dengan baik, dan metode promosi pariwisata yang baik, tentu ini akan menghasilkan PAD yang besar untuk Kabupaten Kerinci. "Mundur atau reshufle aja lah Kadisnya," pinta Irwandi.
Sementara itu, Kabag Humas dan Protokoler Setda Kerinci, Azmal Fahdi dihubungi untuk mendapatkan tanggapan Bupati Kerinci menjawab dia sudah menuju bandara. "Aku kirim nomor Arlis Kadis Pariwisata," tulis Azmal Fahdi via SMS.

Sedangkan Kepala Disporaparbud Kerinci, Arlis Harun sampai berita ini diturunkan belum berhasil didapatkan tanggapannya. Dihubungi via SMS tidak mendapat balasan. (her/sumber/dhi/jbiglobal/fb)

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net