Headlines News :

HMI Pertanyakan Perkembangan Kasus Bencal Kerinci

MerdekaPost | Kamis, 17 Januari 2013

Bupati Kerinci H Murasman saat meninjau pengejaan jalan
yang dikerjakan dari dana bencal beberapa waktu yang lalu
KERINCI - Bantuan bencana alam gempa bumi 1 Oktober 2009 untuk Kabupaten Kerinci sebesar Rp 104 Miliyar, diduga terjadi penyelewengan. Meski kasus dugaan korupsi bantuan bencana alam tersebut sudah muncul ke permukaan. Namun, hingga saat ini belum ada seorangpun yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penegak hukum.

Padahal, kasus tersebut sudah cukup lama di tangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Tetapi, sekarang seakan hilang ditelan waktu, lantaran belum terlihat adanya perkembangan. Karena itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kerinci mendesak Kejati Jambi menuntaskan kasus tersebut.

Ketua HMI Cabang Kerinci, Irwandi mengatakan, pihaknya merasa heran dengan keberadaan kasus tersebut. Sebab, sudah cukup lama bergulir, tapi belum ada satu tersangkapun yang ditetapkan. Pihaknya menanyakan kepada Kejari Sungaipenuh, namun Kejari mengatakan kasus bencal ditangani Kejati Jambi ,“ Kita minta Kejati Jambi menuntaskan kasus dugaan korupsi bantuan bencana alam Kerinci, karena ini menyangkut hajat orang banyak,” ujarnya.

Dia menilai, dana bantuan bencana alam sebesar Rp 104 Miliyar yang diterima Kabupaten Kerinci, terjadi penyelewengan dalam penggunaannya. Sebab, bantuan yang seharusnya dipergunakan untuk memperbaiki infrastruktur dan rumah warga yang rusak akibat gempa bumi, malah ada yang dipergunakan untuk pembangunan jalan dan irigasi baru.

“Bagaimana bantuan ini yang sebenarnya. Apa memang boleh untuk pembangunan jalan dan irigasi baru. Sepengetahuan kita, bantuan bencana alam itu, kegunaannya untuk perbaikan kerusakan yang diakibatkan gempa bumi,” katanya bertanya.

Untuk diketahui, bantuan bencana alam gempa bumi kerinci yang diterima dari pusat sebesar Rp 104 Miliyar. Ternyata hanya Rp 5,65 Miliyar untuk perbaikan rumah warga, dan sekitar Rp 12 Miliyar untuk perbaikan tempat ibadah.

Padahal, rumah warga yang rusak akibat gempa bumi 1 Oktober 2009 tiga tahun lalu berjumlah 2.039 unit, dengan rincian rusak berat 72 unit, rusak sedang 457 unit dan rusak ringan 1.510 unit. Sementara bantuan yang diberikan untuk korban yang rumahnya rusak berat sebesar Rp 15 juta per rumah, rusak sedang Rp 10 juta per rumah dari dana bantuan bencana alam. Sedangkan bantuan untuk 1.510 unit rumah yang rusak ringan, diberikan Rp 1 juta per rumah yang dananya bersumber dari sumbangan pihak ketiga.

Berdasarkan perhitungan, jumlah bantuan yang diperuntukkan buat perbaikan rumah warga, seperti rusak berat dan rusak sedang hanya Rp 5,65 Miliyar dari Rp 104 Miliyar bantuan pusat yang diterima. (ald)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net