Headlines News :

Petani Ser-Ser Datangi DPRD Keluhkan Antrian di PT RAU dan Kerusakan Jalan

MerdekaPost | Kamis, 13 Desember 2012

Iday : Utamakan TBS Inti & Plasma, Jangan Beli TBS Luar

MUARA TEBO, MPC - Upaya petani sawit plasma di Kecamatan Serai Serumpun (Ser-Ser) untuk memperjuangkan nasib mereka, hingga saat ini belum menuai hasil. Selasa (11/12) lalu, untuk kedua kalinya para petani mendatangi kantor DPRD Tebo, untuk mengadukan perihal nasib mereka itu, terkait persoalan antrian di PT. Rigunas Agri Utama (RAU), yang masih terjadi. Mereka juga mengadukan persoalan jalan lingkungan yang rusak parah.

Sory Muda, perwakilan petani yang juga merupakan Bendahara KUD Pinang Belai mengatakan, persoalan ini sudah sering dikeluhkan, baik kepada perushaan maupun ke dinas terkait. Namun hingga saat ini antrian TBS masih terus terjadi.

“Ini untuk yang kedua kalinya kami mengadukan nasib ke sini (DPRD Tebo,red). Kami minta para wakil rakyat mencari solusinya. Kami sudah terlalu lama menanggung sakit seperti ini,” keluh Sory Muda, dihadapan anggota Komisi II  DPRD Tebo.

Menurut Bendahara KUD ini, antrian TBS plasma terjadi semenjak PT. RAU menampung TBS yang berasal dari luar. Akibatnya, TBS plasma terlantar karena pihak perusahaan lebih mementingkan TBS luar. “Parahnya lagi, pihak perusahaan membatasi hasil produksi kami. Mereka hanya menampung TBS plasma sebanyak 5 ton perkapling. Sementara, ada sebagian TBS yang menghasilkan hampir 40 ton dan ini tetap mereka terima,” kesalnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan Dedi dan Hamdani Simanjuntak, tokoh masyarakat Serai Serumpun, juga memiliki kebun plasma. Katanya, selain antrian TBS plasma yang tak kunjung teratasi, masyarakat juga mengeluhkan jalan lingkungan yang rusak parah.

Menurut Mulyono, rusaknya jalan di Ser-Ser akibat Pemkab Tebo kurang serius memperhatikan jalan tersebut. Padahal, jalan itu sering dilalui kendaraan berat. Akibatnya, kian hari kerusakan semakin parah. “Jika turun hujan, jalan seperti mati karena tidak ada aktivitas lalu lalang kendaraan. Untuk itu kami minta jalan tersebut diperhatikan. Jangan sampai desa kami terisolir. Kami juga butuh hidup yang layak seperti masyarakat di desa-desa lain,” pinta Mulyono yang diiyakan oleh Sory Muda.

Hal ini diakui Ir.Supadi Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Tebo. Dirinya sudah berupaya mencari solusi untuk mengatasi antrian TBS plasma tersebut, diantaranya membuat kesepakatan dengan PT. RAU untuk mementingkan TBS plasma.

“Sudah kita ingatkan jika jumlah TBS plasma sudah mencukupi kapasitas atau daya tampung perusahaan, perusahaan harus menyetop TBS dari luar. Tapi tetap saja antrian TBS terus terjadi,” terang Supadi.

Sementara, GM PT. RAU, Armstrong Sihombing mengatakan, dirinya akan berupaya untuk mengatasi persoalan antrian. Bahkan dia berjanji, jika antrian ini terjadi akibat ulah karyawan atau stafnya, akan ditindak tegas. “Kita terus berupaya mengatasi persoalan ini. Apabila ada karyawan atau staf saya yang bermain, akan saya pecat,” tegas Armstrong Sihombing.

Diterangkannya juga, mengenai persoalan jalan di Ser-Ser bukan lagi menjadi tanggung jawab perusahaan. Sebab jalan tersebut sudah diambil alih Pemkab Tebo.

Sementara, Syamsu Rizal, Wakil Ketua DPRD Tebo mengatakan, pihak PT. RAU jangan terlalu banyak teori dalam menyelesaikan persoalan antrian TBS plasma yang selama ini dikeluhkan petani. “Silahkan cari keuntungan, tapi jangan merugikan masyarakat,” ujarnya.
DIa juga minta perusahaan memperbaiki manajemen perusahaan. Jika TBS inti dan TBS plasma sudah mampu memenuhi kapasitas, TBS dari luar harus dihentikan.

“Saya minta perusahaan untuk memperbaiki manajemennya, dan bulan Januari nanti akan saya pantau kembali,” tegas Syamsu Rizal alias Iday dengan nada sedikit meninggi. (her)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net