Headlines News :

Wajib Tahu, Makanan "Ndeso" yang Kaya Gizi

MerdekaPost | Kamis, 08 November 2012

Singkong Goreng Garlic
Singkong, beras merah, hingga belalang bisa jadi asupan gizi

Merdekapost.com - Di berbagai pelosok daerah seperti di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Dengan kondisi tanah yang tandus dan mengalami bencana kekeringan setiap musim kemarau terdapat berbagai jenis makanan tradisional yang dapat diperoleh dari tanaman yang tumbuh di daerah tersebut. 

Makanan tradisional ternyata mempunyai kandungan gizi yang tidak kalah dengan makanan yang disajikan di restoran atau tempat yang mewah. Namun sayangnya makanan tradisional yang mengandung gizi baik gizi mikro atau makro ini saat ini kurang diminati oleh masyarakat karena rasanya yang monoton dan kemasan yang tidak menarik.

“Saat ini makanan tradisional yang kaya gizi seperti Tiwul, makanan jenis umbi-umbian, belalang goring ditinggalkan oleh konsumen karena kemasannya kurang menarik dan pengolahan makanan tradisonal tersebut belum ada modifikasi,” kata Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Sulaiman dalam acara “Jelajah Gizi” di Yogyakarta.

Menurutnya makanan tradisional ini akan lebih baik lagi jika disajikan dengan penyajian yang lebih beragam dan kemasan menarik. Karena, kemasan mengundang daya tarik tersendiri bagi konsumen. Di sisi lain, penanganan makanan dari bahan hingga siap saji juga seharusnya dilakukan dengan cara-cara yang baik dan sesuai kesehatan. 

Misalnya, dimasak dengan benar dan bersih serta tetap menjaga kebersihan. Sebab, menurut Prof. Sulaiman, melalui proses pengolahan yang baik, maka akan meningkatkan keamanan pangan dan sekaligus mempertinggi cita rasa.

Tiwul, Gatot dan Beras Merah

Profesor Sulaiman juga mengungkapkan, di Yogyakarta terutama Gunung Kidul, ternyata mampu menghasilkan pangan tradisional yang memiliki kandungan gizi makro dan mikro yang cukup memadai. Makanan olahan dari singkong seperti gatot dan tiwul, nasi beras merah, belalang dan sebagainya ternyata memiliki kandungan gizi yang cukup baik.

Lalu, ia juga mengatakan kalau daun ubi jalar sangat baik untuk dikonsumsi ibu-ibu menyusui. Dengan mengkonsumsi daun ubi jalar, ternyata produksi ASI yang merosot bisa diperbaiki dan kembali ditingkatkan. 

''Tentunya pengalaman ini sangat baik bagi ibu-ibu menyusui,” katanya.

Makanan memang memiliki peranan yang sangat penting untuk kesehatan dan bahkan untuk pencegahan suatu penyakit. Hal ini menyadarkan masyarakat untuk lebih banyak mengkonsumsi makanan alami.

“Di bidang pangan, back to nature ini kemudian membawa banyak hal untuk kembali ke makanan tradisional,” ujar Prof. Sulaiman.


(choe)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net