Headlines News :

Jalan Putus Akibat Galian Batu Bara di Tengah Ilir

MerdekaPost | Jumat, 12 Oktober 2012

Jalan yang amblas diduga akibat aktifitas pertambangan batu bara
PT DBS Belum Melapor ke BLHD

MUARA TEBO, AP – Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Jambi, melalui Kepala Bagian Pengawasan, Ardi mengaku belum menerima laporan dari pihak PT. Daya Bambu Sejahtera (DBS) terkait amblasnya badan jalan Simpang Niam menuju desa Lubuk Mandarsyah Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, akibat aktivitas galian batubara perusahaan tersebut.

“Kami belum menerima laporan tentang amblasnya jalan tersebut. Baik dari masyarakat maupun dari pihak perusahaan sendiri,” ujar Ardi, ketika dikonfirmasi harian ini via telepon, kemarin.

Ketika ditanya, apakah PT DBS menyalahi aturan tentang galian batu bara, sehingga mengakibatkan jalan disekitar galian amblas? Ardi belum berani berkomentar banyak.

“Saya belum berani komentar, masalahnya saya belum melihat langsung kondisi jalan dan lokasi galian batu bara tersebut. Jadi saya belum bias kasih komentar,” ujarnya.

Lanjutnya, dengan adanya informasi yang didapat saat ini, pihaknya berencana akan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jalan amblas tersebut.

“Secepatnya kita urus surat, dan Senin besok kita akan ke lokasi untuk melihat langsung kondisi disana,” tegasnya.

Sementara, keterangan dari Edi Aseng tokoh pemuda setempat mengatakan, saat ini kondisi amblasnya jalan semangkin parah.

“Kondisi jalan semakin parah, dan sekarang sudah tidak bisa dilalui kendaraan lagi,” pungkasnya.

Terpisah, Dinas Perhubungan (Dishub) Tebo meminta kepada pihak PT DBS untuk secepatnya mengambil tindakan mengenai amblasnya badan jalan simpang Niam menuju Desa Lubuk Mandarsyah tersebut. Jika tidak segera dilakukan, aktivitas masyrakat akan terganggu.

“Kami memang tidak miliki kewenangan, namun kami dalam hal ini mengawasi dan melaporkan ke Dishub Propinsi. Kepada PT DBS kami minta untuk segera mengambil tindakan agar jalan tersebut dapat segera diperbaikai,” ujar Kabid Lalin Dishub Tebo, Yanto kemarin.

Lebih jauh dikatakan Yanto bahwa meskipun hanya amblas sepanjang lima meter, namun kondisi badan jalan benar-benar runtuh sehingga tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Saat inipun warga mengambil jalan alternatif yang berada dibawah lokasi jalan amblas tersebut.

Sementara itu dengan kondisi badan jalan yang amblas tersebut, pihak Dishub merasa pesimis jalan yang terbis dan amblas itu dapat diperbaiki seperti sedia kala. Pihaknya berpendapat bahwa jalan tersebut harus dialihkan atau dibuat jalan baru agar ketahanannya terjamin.

“Dari hasil pengawasan kami, kondisi jalan ini sulit diperbaiki. Kemungkinan yang terbaik harus dialihkan atau dibuat jalan baru,” pungkasnya.
------------- (her)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net