Headlines News :

Pencapain e-KTP Kerinci, Minim

MerdekaPost | Rabu, 12 September 2012

H Murasman
JAMBI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci diminta tidak beralasan data sehingga menyebabkan pencapaian perekaman data Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) minim. Ini ditegaskan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jambi, Heri A Roni kemarin.

Ia mengatakan, sebaiknya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci merekam Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) sebanyak-banyaknya. "Jangan masalah data tidak singkron di jadikan alasan," tegasnya

Heri A Roni menyebut, pihaknya sudah melayangkan surat ke kabupaten Kerinci terkait persoalan ini. "Biarlah pihak Kerinci mengatakan ada data yang janggal. Tapi kita minta kerjakan saja dahulu, rekam sebanyak-banyaknya". tegasnya lagi.

Dia meminta, pemerintah setempat harus lebih aktif melakukan mobilisasi perekaman e-KTP. Bahkan, pihaknya meminta Pemkab Kerinci belajar dari kabupaten yang lain yang sukses melakukan perekaman data e-KTP. "Yakinlah semuanya bisa selesai hingga oktober nanti," katanya.

Soal pemanggilan Bupati Kerinci, Murasman oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait lemahnya pendataan e-KTP, dibenarkannya. Ia juga menambahkan jika tidak selesai hingga pertengahan September ini, kemungkinan besar Bupati Kerinci akan dipanggil lagi.

"Mereka akan dimintai klarifikasi," tegasnya.
Sebelumnya, Kapala Bagian Kependudukan dan Catatan Sipil Biro pemerintahan Setda provinsi Jambi, Muh. Arafah mengatakan bahwa, jika hingga pertengahan September tidak mencapai 50 persen, Bupati Kerinci, Murasman, akan di panggil Mendagri.

"Data per 2 September ini, perekaman e-KTP di Kerinci baru 30,10 persen," sebutnya.
Pemanggilan itu, jelasnya, untuk melakukan klarifikasi terhadap pemerintah setempat tentang pencapaian pendataan e-KTP itu. Sebab, di kabupaten lainnya bisa tercapai. "Nah kenapa di Kerinci tidak, apa kendalanya," ujarnya.

Dijelaskan dia, dari hasil pemantauan dirinya di Kerinci ternyata SDM yang disiapkan untuk melakukan pendataan tersebut masih lemah. Sebagai contoh, untuk melakukan perbaikan kesalahan data seperti tanggal lahir saja, di Kerinci membutuhkan waktu hingga 2 Minggu bahkan ada yang sampai satu bulan lebih belum bisa melakukan pendataan ulang.

"Itu hanya perbaikan tanggal saja. Padahal di kabupaten lain seperti Bungo dan Batanghari, cukup satu hari saja mengatasi masalah seperti itu, termasuk pendataan pada orang yang tidak ada datanya sama sekali," urainya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kerinci, Syafril Hayadi, membantah bila terjadi permasalahan dalam perekaman data e-KTP yang sedang berlangsung, sehingga menyebabkan realisasi e-KTP minim.

"Sekarang tolong dicatat, di Kerinci itu penduduknya ada 242 ribu lebih. Nah, untuk wajib e-KTP ditetapkan 241 ribu. Jadi artikan sendirilah, apakah itu mungkin," katanya.


Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net