Headlines News :

Kejaksaan dan Pengadilan Muara Tebo Beda Statemen

MerdekaPost | Selasa, 11 September 2012

H. Kuang alias Heri Pendi
Terkait Vonis Pelaku Perambah Hutan HP di Tebo

MUARATEBO, MP.COM – Vonis Hakim terhadap terdakwa perambah hutan H. Kuang yang di vonis selama 3 bulan tujuh hari berbuntut panjang, kali ini masyarakat dan ormas yang ada di Tebo merasa gerah dengan aparat penegak hukum yang dalam hal ini Pihak Kejaksaan Negeri Muara Tebo dan Pengadilan Negeri Muara Tebo.

Warga dan ormas menilai bahwa hukuman  bagi perambah hutan itu sangat tidak setimpal, dan kuat dugaan ada permainan oknum tertentu. Sebab, sebagaimana dikatakan oleh salah seorang warga Muara Tebo, Mansur (45), bahwa hukuman untuk sang pelaku sangatlah tidak berdasar dan terkesan mengada-ada.

“Saya selaku masyarakat awam menilai hukuman (vonis) untuk tersangka pelaku perambah hutan H. Kuang sangat tidak sesuai, sebab, dia melakukan perambahan dalam jumlah yang cukup besar, ditambah lagi menggunakan alat berat dalam operasionalnya, tapi, kok hukumannya Cuma 3 bulan 7 hari, itu yang tidak masuk akal bagi saya yang awam ini, alangkah enak nyo”. Ungkapnya kesal.

Ditambahkannya, “Saya kecewa dengan aparat penegak hukum, dan memang benar kelihatannya hokum itu tajam kebawah, sebagai contoh, Untuk perbandingan, sekitar tahun 2010 yang lalu saya pernah mendengar kasus yang hamper sama, akan tetapi waktu itu yang tertangkap adalah salah seorang warga yang membuka lahan sekitar 2 Hektar untuk dijadikan kebun didaerah kunangan, namun, setelah dia tertangkap, hukumannya malah lebih berat dari kasus H. Kuang yang merambah dan menguasai hutan puluhan hektar itu, Sungguh tidak adil”. Ungkap Mansur lagi.

Sementara itu, Jaksa Penuntut, Saut, ketika dikonfirmasi Koran ini menyebutkan bahwa H. Kuang hanyalah korban. Sehingga hukumannya tidak seberat yang dibayangkan.

Sedangkan menurut Kepala Pengadilan Negeri Muara Tebo, Manalu, SH ketika dikonfirmasi terkait masalah ini, terkesan membela pelaku, disebutkannya, “bahwa H. Kuang (tersangka) membeli lahan tersebut dari SAD (Suku Anak Dalam), dan si pelaku, lanjutnya, tidak tahu bahwa lahan tersebut adalah termasuk lahan HP”. Ungkap Manalu.

Namun, lain halnya dengan keterangan yang berhasil diperoleh dari pihak Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo, melalui Kabid Perlindungan Hutan, Sumarjo, SH. Menurutnya, pada tanggal 14 maret 2012 lalu, pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku perambah hutan dengan nama Pelaku H. Kuang (Heri Pendi) warga Rantau Panjang Kabupaten Merangin.

Dilanjutkannya, “Saat penangkapan ada saksi bernama Abu Bakar dari pihak pelaku yang saat itu berada dilokasi, maupun dari pihak kita (dishut) Tebo juga ada saksi yaitu Tanjung Pertaonan, adapun berkas perkara nomor BP 06/dinhut/V/PPNS/2012”. Jelasnya.

Adanya kesimpang siuran dan berbeda-beda statemen itu membuat warga semakin yakin bahwa ada permainan tingkat tinggi dalam penyelesaian kasus perambahan hutan HP ini.

“Jika pihak jaksa penuntut Umum menyebutkan bahwa H. Kuang hanyalah korban, maka, seharusnya sebagai korban pelaku hendaknya melapor ke pihak kepolisian, kemudian, jika kepala pengadilan menyebutkan bahwa yang bersangkutan membeli lahan dari Kubu (SAD), apakah jual beli itu bisa dipertanggung jawabkan?” Ungkap Jhoni.

“Sebab, berdasarkan keterangan dari pihak Dinas Kehutanan, jelas-jelas bahwa pelaku itu tertangkap tangan dan lengkap dengan barang bukti berupa alat berat (eksavator), kemudian penangkapan juga ada saksinya, kemudian lebih anehnya lagi, lanjut Jhoni, kasus yang sama yaitu terjdi ditahun 2011, sampai sekarang masih belum divonis, sementara kasus yang satu ini (H.Kuang-red), betul-betul cepat prosesnya, dalam waktu 3 bulan selesai semua”. Ungkap Jhoni dengan nada Tanya.

“Jika hukuman bagi oknum perambah hutan puluhan hektar Cuma 3 bulan, maka efek baliknya nanti hutan Tebo akan habis, sebab, warga menganggap bahwa hukuman cuman 3 bulan tidak apa-apa dijalani aja, yang penting bisa membuka lahan  seluas-luasnya”. Pungkas Jhoni. (ald)  

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net