Headlines News :

Populasi Harimau di Jambi Tinggal 30 Ekor

MerdekaPost | Sabtu, 04 Agustus 2012

Harimau Sumatera
Harimau Sumatera

Di Provinsi Jambi telah terjadi 28 kasus kematian harimau Sumatera.


Merdekapost.com, Jambi - Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi memperkirakan populasi harimau Sumatera di kawasan Taman Nasional Berbak (TNB) tinggal 30 ekor.

"Yang terdeteksi oleh kamera baru 13 ekor. Namun kami memperkirakan populasi harimau Sumatera di kawasan TNB tinggal 30 ekor saja," ujar Nurasman, Kasi Wilayah Konservasi BKSDA Jambi di Muarasabak, ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Sabtu 4 Agustus 2012.

Menurut dia, berdasarkan catatan dari beberapa penelitian, populasi harimau Sumatera hanya tersisa antara 400-500 ekor. Maraknya perburuan ilegal masih menjadi penyebab utama semakin berkurangnya jumlah harimau Sumatera.

"Semakin menurunnya kualitas habitat juga menjadi penyebab harimau Sumatera semakin terdesak. Belum lagi konflik antara harimau dengan manusia yang juga menyebabkan kematian baik harimau maupun manusia," jelasnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil penelitian antara 2008-2011, di Provinsi Jambi telah terjadi 28 kasus kematian harimau Sumatera. Enam diantaranya terjadi di Kabupaten Tanjabtim.

Lebih lanjut ia mengatakan, kasus yang terkini terjadi pada kurun waktu dua tahun terakhir. Di mana sudah terjadi tiga kasus kematian harimau Sumatera akibat tersengat arus listrik.

Kasus tersebut diantaranya terjadi di Desa Air Hitam Laut pada Mei dan November 2011. Kemudian di Desa Seponjen, Kabupaten Muarojambi yang terjadi pada 2010.

Kematian harimau, kata dia, lebih banyak disebabkan oleh perburuan ilegal, pemasangan perangkap, maupun semakin sempitnya habitat harimau Sumatera sehingga mangsa harimau semakin berkurang.

Untuk mengantisipasi timbulnya konflik harimau-manusia yang menjurus pada kematian, BKSDA Jambi tengah melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat khususnya yang menempati kawasan penyangga TNB.

BKSDA Jambi juga akan menguji coba penggunaan pagar listrik yang aman bagi keselamatan manusia dan kelestarian satwa liar di kawasan TNB. "Pagar listrik ini arusnya searah dan tidak membahayakan harimau atau satwa lain maupun manusia. Jadi saat tersentuh, kawat listrik itu tidak membahayakan," katanya.

Tidak hanya pemasangan pagar listrik disekitar kebun warga, BKSDA Jambi juga akan memasang kamera trap tambahan untuk memantau kondisi harimau di kawasan TNB.

Kawasan TNB membentang seluas 162.000 hektar yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat. Kawasan ini merupakan kawasan konservasi hutan rawa terluas di Asia Tenggara.

Sebagai taman nasional, Berbak mempunyai ekosistem yang masih asli, serta keunikan ekosistem lahan basahnya yang merupakan satu kesatuan ekosistem hutan rawa gambut dengan luas dua pertiga bagian dan hutan rawa air tawar yang sepertiga bagian, serta adanya kawasan pantai yang merupakan kawasan persinggahan burung-burung migran ditiap tahunnya.

Namun demikian, kawasan ini bukan tanpa ancaman, maraknya pembukaan lahan, pembalakan merupakan masalah serius, mengingat lokasi TNB tepat berada di pesisir timur Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Laut China Selatan. 
(choe)


Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net