Headlines News :

LSM dan Dewan Minta Bupati Tebo Tegas Terhadap SKPD

MerdekaPost | Rabu, 01 Agustus 2012

Samsurizal (kiri), Mukhlisin Harahap (Kanan)
Terkait Minimnya Penyerapan APBD Hingga Triwulan ke 3

Muaratebo, MPC – Kabupaten Tebo sudah memasuki akhir triwulan ke 3 di bulan Juli ini, bahkan sudah masuk bulan agustus, namun daya serap terhadap program pembangunan yang sudah direncanakan masih sangat mengkhawatirkan. Hal tersebut dinyatakan oleh Wakil Ketua DPRD Tebo Syamsurizal SE M.Si dan didukung oleh LSM TOPPAN RI Kabupaten Tebo.

“Kita sangat khawatir di TA 2012 ini, APBD Tebo yang kurang lebih Rp 685 miliar, hingga bulan juli ini baru terserap 22,6 persen oleh Pemkab Tebo. Kondisi ini tentu saja membuat DPRD Tebo menjadi prihatin terhadap penyerapan APBD Kabupaten Tebo hingga akhir tahun nanti,”tukas Syamsurizal kepada wartawan. Dibandingkannya, tahun 2011 lalu saja, Silpa APBD Kabupaten Tebo mencapai Rp 35 Miliar dari total APBD yang dianggarkan sebesar Rp 578 miliar.

“Artinya dari APBD tahun 2011 kemarin hanya 95 % yang mampu diserap untuk pembangunan di Kabupaten Tebo. Untuk tahun 2012 ini saya pesimis bisa terserap minimal sama seperti tahun sebelumnya, prediksi saya dengan kondisi seperti ini, paling mampu APBD yang terserap diakhir tahun nanti hanya 90 persen,”lanjutnya lagi.

Namun menurutnya hal tersebut baru bisa terlaksana, apabila Bupati Tebo H Sukandar S.Kom MSi menginstruksikan kepada seluluh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada dijajaran Pemkab Tebo untuk beraksi.

“Aksi yang saya maksud antara lain segera menuntaskan persoalan panitia lelang yang terjadi hampir disemua SKPD yang ada di Pemkab Tebo yang masih belum tuntas hingga sekarang ini, dan jangan dibiarkan berlarut-larut,”tegasnya lagi sembari mengatakan jika permasalahan tersebut dibiarkan berlarut-larut, yang dirugikan adalah masyarakat, karena banyak program pembangunan pemerintah yang tidak berjalan.

“Efek lain dari permasalahan ini adalah, pihak rekanan (kontraktor) yang mengerjakan proyek pembangunan Pemkab Tebo harus menanggung risiko waktu pelaksanaan pekerjaan yang mepet, karena memasuki akhir tahun atau ketok palu bulan desember nanti, hal ini tentu akan berdampak pada kualitas pekerjaan menjadi rendah karena terburu-buru oleh waktu,” pungkasnya.

Sementara itu, M. Mukhlisin Harahap, salah seorang aktivis yang berasal dari LSM TOPPAN RI Kabupaten Tebo menyampaikan hal senada, menurutnya sudah saatnya Bupati Tebo bertindak tegas dan melakukan evaluasi terhadap kinerja kabinetnya yang dinilai lamban.

“Sudah saatnya pak Bupati bertindak tegas dan sekalian evaluasi kinerja bawahannya, sebab, kondisi kegiatan (proyek) pembangunan Kabupaten Tebo sudah terlambat, orang di Kabupaten lain sudah mau jalan APBDP (APBD Tambahan) sementara kita penyerapan APBD murni aja baru mencapai  20 persen, kita juga khawatir nanti kena penalty dan akibatnya anggaran untuk tahun 2013 bisa dipangkas seperti DAU atau juga DAK yang berasal dari APBN”. Ungkap Harahap singkat. (her)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net