Headlines News :

Warga Minta Kepala SDN 17 Pintas Di Copot

MerdekaPost | Rabu, 18 Juli 2012

Karena Jarang Masuk Kerja

TEBO, merdekapost.com –  Setelah sebelumnya di Merangin, guru dan siswa SMK 2 Bangko mendesak Diknas Merangin untuk mencopot Kepala Sekolahnya Sukardi S.Pd.I. Kini giliran Armeli Nadril, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 17 Desa Pintas, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo diminta warga agar segera dicopot dari jabatannya. Bedanya,  Sukardi didesak mundur dari jabatannya karena dinilai tidak transparan dengan guru-guru yang lain dan dinilai sering memungut uang ke siswa diluar ketentuan. Sedangkan  Armeli Nadril, diminta dicopot sebagai Kepala SDN 17 Desa Pintas, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, karena jarang masuk kerja.  

Langkah untuk mencopot Armeli Nadril itupun juga telah diupayakan oleh Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Muara Tabir dengan mengajukan permohonan penggantian kepala sekolah ke Dinas Dikbudpora Tebo.

Kepala UPTD Muara Tabir, Wilkizman, S.Pd mengatakan bahwa keluhan warga terhadap tingkah kepala SDN 17 Desa Pintas yang jarang masuk tersebut sudah sangat lama. Lebih-lebih kekecewaan warga yaitu karena kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tidak berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya.

“Kami sudah ajukan permohonan kepada Dikbudpora untuk mengganti kepala SD Negeri 17 Pintas yang saat ini dipimpin Armeli Nadril. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian dari pihak Dikbudpora  Tebo. Tapi dalam waktu dekat kami dari UPTD akan datangi kepala sekolah itu dengan Bapak Camat,” ujarnya (17/7) kemarin.

Hal yang sama juga dijelaskan oleh Pengawas TK dan SD di UPTD Muara Tabir, Ilyas. Dimana sekolah tersebut saat ini memiliki 336 murid dengan jumlah tenaga pengajar sebanyak 13 orang. Diantaranya 7 Pegawai Negeri dan 6 tenaga honorer. Sedangkan proses belajar mengajar saat ini tidak berjalan dengan baik.

“Dari pengawasan kami memang benar, kepala sekolahnya jarang masuk, guru-guru yang melihat kepala sekolah tidak masuk juga ikutan jarang masuk. Akhirnya anak-anak yang hadir jadi telantar tidak belajar,”terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, bahwa selain masalah aktifitas kegiatan belajar mengajar yang buruk, SD Negeri 17 Desa Pintas juga termasuk dalam daftar sebagai sekolah yang masih kekurangan guru dan ruang kelas baru.

“Sekolah itu juga masih kekurangan 6 guru Pegawai Negeri dan juga kekurangan ruangan kelas baru sebanyak enam lokal. Karena saat ini 336 siswa yang ada disekolah tersebut belajar di enam rombel dengan masing-masing rombel sebanyak 30 lebih siswa,”pungkasnya. (ald)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net