Headlines News :

Hasil Survei Pilkada LSI Melenceng, Ini Jawaban nya !

MerdekaPost | Selasa, 17 Juli 2012

Merdekapost.com - Lembaga survei mendapat kritik keras atas tidak tepatnya prediksi yang mereka buat tentang hasil Pilkada DKI putaran pertama. Sebelumnya, hampir seluruh hasil survei mengunggulkan pasangan incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Namun, kenyataannya, prediksi itu meleset. Justru dalam penghitungan cepat (quick count), pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, menang telak.

"Dalam memprediksi seberapa kuat dan lemah seorang calon bakal terpilih dalam Pilkada atau Pilpres, akan lebih baik dan cerdas mempercayai survei ketimbang feeling dan intuisi politik. Feeling dan intuisi itu lebih banyak melesetnya ketimbang survei yang jelas metodologi dan pertanggungjawaban akademisnya," kata Direktur Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Toto Izul Fatah, kepada wartawan.
Toto mengemukakan, perbedaan hasil survei sebelum pemilihan dengan hasil quick count setelah pemilihan pada Pilkada DKI Jakarta, 11 Juli 2012 lalu, bukan karena kesalahan metodologi riset. Dia mengatakan, seluruh lembaga survei sudah menggunakan metodologi yang benar.

"Apa yang kami potret itu opini publik yang muncul pada rata-rata H-14 sampai H-7 ketika survei dilakukan. Biasanya tak ada perubahan signifikan setelah survei dilakukan (H-7) dengan hari pelaksanaan Pilkada," ujarnya.

Toto mengakui, untuk kasus Pilkada DKI Jakarta memang agak khusus. Hal itu, antara lain, karena ramainya negative campaign terhadap Foke yang dilakukan secara kreatif dengan dukungan kelas menengah melalui social media, khususnya lewat Twiiter, Facebook, dan pesan BBM.

Sementara di sisi lain, ada kampanye simpatik atas Jokowi selama tujuh hari berturut-turut sampai hari pencoblosan. Juga terjadi mobilisasi dukungan yang  mendorong migrasi suara.

"Kondisi ini tak lagi terpantau karena tak lagi dilakukan survei setelah H-7," terangnya.

Toto menambahkan, hasil quick count lembaga-lembaga survei di hari pencoblosan, dapat memastikan bahwa hasilnya akan sama dengan hasil KPUD nanti. Hal itu menandakan bahwa metodologi lembaga survei masih bisa diandalkan karena survei dan hitung cepat mengandalkan metodologi sampel yang hampir sama.

Meski demikian, Toto menyatakan tidak semua lembaga survei punya kualitas yang sama. Untuk mengetahui lembaga yang kredibel dan tidak, cukup melihat track record-nya. Menurutnya, lembaga yang punya track record yang panjang tentang akurasinya bisa dipegang, karena mustahil lembaga itu mau bunuh diri dengan mempublikasikan data penelitian yang ngawur. 
(choe)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net