Headlines News :

Tak Bisa Nikmati Malam Pertama Akibat Infeksi Saat Operasi Perut

MerdekaPost | Senin, 04 Juni 2012

Merdekapost.com, Inggris - nasib malang menimpa perempuan ini, ia tidak bisa menikmati malam pertama karena mengalami infeksi akibat operasi pengencangan perut sebelum menikah.

Amanda Raghbir masih mengingat dengan jelas apa yang dialaminya saat hari pernikahan. Baru 24 jam sejak perniakahannya terjadi, pengantin baru ini harus berjuang untuk tetap hidup dalam perawatan intensif.

Ternyata diketahui operasi plastik untuk mengencangkan perut yang dilakukan sebelum hari pernikahan membuatnya mengalami septikemia (aliran darah dipenuhi dengan bakteri serta sel darah putih yang berusaha mati-matian untuk melawan infeksi).

Setelah 8 bulan ia berhasil lolos dari kondisi kritisnya tersebut, Amanda masih merasa belum pulih 100 persen dan ia pun terpaksa melewatkan malam pertamanya dengan suami barunya.

"Aku nyaris mati saat mengatakan ikrar pernikahan, tapi saya sangat beruntung masih berada di sini untuk menceritakan kisah tersebut," ujar Amanda (36 tahun), seperti dikutip dari The Sun, Senin (4/6/2012).

Amanda menuturkan ia mengerti mengapa suaminya merasa sangat frustasi, karena meski sudah 8 bulan menikah tapi ia masih dalam tahap penyembuhan dan tidak mampu melakukan hubungan seks. Ia pun masih tidak percaya prosedur kosmetik yang sederhana tersebut hampir saja membunuhnya.

"Kami bertemu saat saya masih berusia 18 tahun dan saya sudah menunggu waktu yang sangat lama untuk bisa berjalan menuju altar dengan John, tapi prosedur yang saya lakukan justru hampir membuatku meninggal," ungkapnya.

Sebelum menikah, Amanda sempat mengalami masa-masa sedih dan ia melakukan pelarian pada makanan yang membuat tubuhnya membengkak hingga ke ukuran 30. Ia berusaha menurunkan berat badannya dan berjuang agar bisa ideal.

"Saya pernah melakukan penurunan berat badan yang cepat tapi meninggalkan banyak kulit kendur di sekitar perut. Karena itu saya bertekad melakukan prosedur pengencangan perut sebelum penikahan," ujar Amanda.

Operasi pun berjalan dengan baik dan ia senang dengan perutnya yang rata. Tapi saat hari pernikahan, teman dan keluarga khawatir karena Amanda terlihat pucat, tapi ia selalu mengatakan baik-baik saja. Malamnya ia pun ambruk dan merasakan nyeri yang menusuk di perutnya dan muntah darah hingga dilarikan ke rumah sakit.

Dokter menemukan ia mengalami septikemia yang disebabkan oleh prosedur pengencangan perut. Racun dalam tubuhnya relah menyebar ke dada serta paru-paru. Ia pun mendapatkan perawatan intensif di Milton Keynes Hospital, Bucks.

Amanda harus dirawat di rumah sakit selama 1 bulan namun tetap diperlukan perawatan 24 jam walau ia sudah pulang ke rumah. Meski begitu Amanda termasuk beruntung, karena jika ia telat ke rumah sakit maka kemungkinan nyawanya sudah tidak tertolong.

"Ini tentu saja menjadi hal yang berbeda dari apa yang kita bayangkan untuk menghabiskan waktu seminggu pertama sebagai pengantin baru, karena yang kami alami adalah ia menemani saya di rumah sakit," ujar Amanda.

Septikemia adalah kondisi yang bisa mempengaruhi setiap organ dalam tubuh dan menyebabkan kolaps, gagal ginjal, masalah paru-paru dan perubahan otak. Tidak ada yang bisa memprediksi siapa yang akan kena septikemia, tapi perokok, orang sudah tua dan penyakit tertentu bisa meningkatkan risiko.


(choe

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net