Headlines News :

Undang Yusril ke Cikeas, SBY Minta Masukan tentang Hukum Tata Negara

MerdekaPost | Jumat, 18 Mei 2012

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengundang menteri yang di berhentikannya, Yusril Ihza Mahendra ke kediamannya di Cikeas, Bogor. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berbicara banyak hal terutama masalah hukum tata negara yang terjadi akhir-akhir ini.

"Tentu juga (dalam pertemuan tersebut) Presiden meminta masukan dari Pak Yusril, beliau kan ahli hukum tata negara," kata juru bicara (Jubir) Kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada wartawan, Jumat (18/5/2012).

Apakah pertemuan tersebut akibat berbagai kekalahan SBY di pengadilan?

"Itu kan title yang dipilih oleh media. Kami berjalan berdasarkan sistem karena ada putusan dari pengadilan. Pemerintah terbuka dan sangat rasional atas hukum dan tidak ada upaya intervensi sedikit pun. Posisi Presiden sangat objektif, apalagi Agusrin merupakan kader Partai Demokrat," kata Julian.

Terkait siapa yang mengundang dan punya inisiatif pertemuan tersebut, Julian tidak mau membeberkan ke publik.

"Soal itu tidak usah dipolemikkan. Presiden ada banyak tamu. Tidak juga pantas hanya semata-mata membahas soal putusan sela. Ada banyak hal yang dibahas. Saya tidak bisa memberi informasi lebih jauh," ujar Julian.

Dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam tersebut, keduanya berbicara banyak hal terutama masalah hukum tata negara yang terjadi akhir-akhir ini. Julian menyatakan Presiden SBY sudah biasa memanggil berbagai kalangan untuk berdiskusi banyak hal.

"Itu hal yg biasa, dari berbagai kalangan mulai dari tokoh masyarakat, tokoh adat dan agama untuk bersilaturahim. Intinya pertemuan Yusril kalau dikaitkan soal putusan sela, itu jelas dalam hal ini presiden menyikapi setiap puutusan sela dan tetap," papar Julian.

Namun Julian juga mengakui dalam pertemuan tersebut Presiden SBY meminta banyak masukan dari mantan Menteri Sekretaris Negara tersebut. Terutama masalah administrasi negara dan tata negara.

Pertemuan tersebut digelar kediaman SBY di Cikeas pada Kamis (17/5/2012) sekitar pukul 21.00-22.30 WIB. Yusril mengaku diundang oleh sang kepala negara untuk berdiskusi.

Kasus di PTUN bermula pasca Agusrin Najamudian dilengserkan dari kursi Gubernur Bengkulu karena dihukum 4 tahun penjara, Presiden SBY lantas mengeluarkan Keppres. Tidak hilang akal, Agusrin meminta bantuan Yusril untuk membatalkan Keppres tersebut lewat PTUN. Meski pokok perkara belum dikabulkan, tetapi putusan sela PTUN Jakarta memutus perkara ini menjadi status quo.


(choe)

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net