Headlines News :

Terbangkan 221 Jenis Pesawat, Pilot Sukhoi Miliki 14 Ribu Jam Terbang

MerdekaPost | Sabtu, 12 Mei 2012


Moskow, Alexander Yablontsev, pilot Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di kawasan Gunung Salak, memang baru pertama kali terbang di wilayah Indonesia. Namun di negaranya, Rusia, dia dikenal sebagai pilot senior yang telah malang-melintang membawa berbagai jenis pesawat.

Tidak tanggung-tanggung, pilot berpengalaman kelahiran Warsawa, Polandia itu telah menerbangkan 221 jenis pesawat. Pria kelahiran 3 April 1955 itu juga telah mengantungi lebih dari 14 ribu jam terbang. Demikian seperti diberitakanInternational Herald Tribune, Sabtu (12/5/2012).

Riwayat pendidikannya, Yablontsev lulus dari Higher Military Pilot School, Armavir pada tahun 1976. Pada tahun 1985, Yablontsev menyelesaikan pendidikannya di Soviet Air Force Test Pilot School di Akhtubinsk. Masih di tahun yang sama, Yablontsev lulus dari Moscow Aviation Institute. 

Pada tahun 1989, Yablontsev menyelesaikan serangkaian pendidikan di Sekolah Pilot Penguji Angkatan Udara Uni Soviet atau Soviet Air Force Test Pilot School. 

Yablontsev juga tercatat pernah mengikuti pelatihan di tim kosmonaut alias penerbang pesawat ulang-alik pada Maret 1989-April 1991. Selama tujuh tahun yakni tahun 1989-1996, dia bergabung dalam korps kosmonaut. Namun dia belum pernah menerbangkan pesawat ke luar angkasa.

Pada tahun 1997, Yablontsev pensiun dari kedinasan militer dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel Angkatan Udara Rusia. Maka sejak 1998, dia menjadi pilot untuk maskapai Transaero-Airline. Pekerjaan itu dijalaninya hingga 1999. Yablontsev juga menjadi pilot untuk maskapai Transevropskiye Aviliniy Airline. Selanjutnya, Yablontsev bergabung ke Sukhoi sebagai pilot penguji pesawat komersial.

Sebelum membawa Sukhoi Superjet 100 ke Indonesia, Yablontsev telah terlebih dulu menerbangkan pesawat komersial terbaru Rusia itu ke Kazakhstan, Pakistan dan Myanmar untuk melakukan demo penerbangan. Demo penerbangan di ketiga negara tersebut berlangsung sukses. Namun rupanya, takdir berkata lain di Indonesia.


(choe)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net