Headlines News :

Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Museum Kaya Sejarah

MerdekaPost | Jumat, 18 Mei 2012

Merdekapost.com - Kota Jambi memiliki dua buah museum yang menyimpan sejarah, perjuangan dan kebudayaan Provinsi Jambi sejak dahulu kala. Dua museum tersebut adalah Museum Negeri Jambi, dan Museum Perjuangan Rakyat Jambi.

Museum Perjuangan Rakyat Jambi didirikan atas prakarsa Dewan Harian Daerah Angkatan 1945 bersama pemerintah daerah provinsi Jambi. Museum ini kemudian secara simbolis diresmikan oleh Presiden RI, Soeharto pada 10 Juli 1997, bersamaan dengan pembukaan MTQ Nasional XVIII.

Ketika memasuki museum ini, Anda akan disambut patung Pahlawan Nasional Jambi yang berdiri di antara dua harimau Sumatera, yaitu Sulthan Thaha Saifuddin. Patung ini menggambarkan simbol perjuangan rakyat Jambi melawan penjajahan Belanda yang dipimpin oleh Sultan Thaha pada 1855 hingga 1904. Museum ini berisi gambaran-gambaran, dan cerita mengenai perjuangan rakyat Jambi serta sejarah Jambi.

Museum ini terdiri dari tiga lantai, lantai dasar berisi pameran senjata-senjata perang zaman dahulu, serta baju perang dan peralatan-peralatan lainnya. Di ujung ruangan, terdapat lukisan mengenai perang dan perjuangan rakyat Jambi, serta Sultan Thaha.

Senjata-senjata perang yang dipamerkan memiliki dua jenis, senjata modern di sisi kanan yang digunakan semasa tahun 1945 hingga 1950 seperti senapan, senjata mesin ringan, pistol vickers, dan lain-lain. Sedangkan di sisi kiri, dipamerkan senjata-senjata tradisional seperti keris, pedang, badik, dan perlengkapan perang yang bersifat religius seperti Al Quran Stambul, yaitu Al Quran berukuran sangat kecil yang dibawa prajurit Jambi ketika pergi berperang.

Di tengan-tengah ruangan, terdapat bedug besar yang digunakan oleh Presiden Soeharto saat membuka MTQ Nasional XVIII tahun 1997.

Sedangkan lantai dua adalah tempat diorama-diorama perang Jambi yang bisa mengeluarkan suara berupa narasi mengenai masing-masing peperangan tersebut. Diorama-diorama ini menggambarkan setiap kejadian bersejarah di Jambi, mulai dari masa kemerdekaan Nasional hingga perjuangan melawan usaha Belanda yang menolak mengakui kemerdekaan Indonesia. Ada juga diorama pertempuran Tanah Minyak, Realisasi Perjanjian Linggarjati, dan lainnya.

Lantai tiga, atau lantai teratas berisi koleksi meja kerja yang dipergunakan salah seorang pejuang kemerdekaan, serta juga dokumen-dokumen tertulis dan naskah-naskah perjuangan dan juga foto-foto masa perjuangan.

Di dinding pembatas antara lantai satu dan dua, terdapat relief berwarna kekuningan yang menggambarkan sejarah Jambi, dimulai dari masa melayu kuno ketika masih dihuni masyarakat Hindu dan Budha, kemudian masa kesultanan Jambi, Masa Proklamasi Kemerdekaan RI, dan Masa Pembangunan Indonesia (Orde Baru).

Berkunjung ke Museum Perjuangan Rakyat Jambi ini, merupakan suatu pengalaman menarik dan penuh masukan pendidikan serta sejarah dan aspek wisata. Museum perjuangan Rakyat Jambi ini terletak di antara Jalan Sultan Agung dan Jalan Slamet Riyadi, atau di sebelah selatan Masjid Agung Jambi.
(choe)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net