Headlines News :

Gila, BBM Disedot Dengan Sanyo dari Tanki SPBU

MerdekaPost | Sabtu, 26 Mei 2012

MUARA BUNGO, MP.COM – Apa yang membuat Bahan Bakar Minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi cepat habis mulai terungkap. Modus pengambilan BBM yang dilakukan oleh para spekulan di kabupaten Bungo ini benar-benar menyengsarakan rakyat.

Betapa tidak, bukannya mengantri seperti kebanyakan orang lainnya untuk mendapatkan BBM di SPBU. Para spekulan di kabupaten Bungo ternyata membeli langsung BBM yang masih berada di tanki penampung di SPBU.

Tidak tanggung-tanggung, para spekulan ternyata mengisi BBM dengan menggunakan mesin yang biasa digunakan sebagai penyedot air, seperti Sanyo. Ini dilakukan karena besarnya tanki mobil yang dimodifikasi dari 1.500 hingga 3.000 liter.

Hal ini diungkapkan oleh wakil bupati Bungo, H. Mashuri. Dirinya mengaku data mengenai modus yang dilakukan spekulan memang sudah didapatkannya.

“Datanya sudah dapat, ada sekitar lima orang yang rutin melakukannya setiap hari,” ungkap wabup kepada wartawan di ruang kerjanya Kamis lalu.

“Mereka (spekulan, red) bukan mengisi melalui nozel SPBU lagi, melainkan dengan menggunakan mesin sanyo yang langsung disedot dari tanki,” bebernya.

Ditambahkannya, sejauh ini mobil yang digunakan pelaku untuk membeli BBM tersebut dengan tanki modifikasi. “Ada satu mobil tankinya ada dua jenis, untuk bensin ada, untuk solar juga ada. Ini sejauh ini laporannya yang masuk ke kita,” ujar Mashuri lagi.

Satu mobil truk jenis PS paparnya, satu kali pengisian, spekulan bisa mendapatkan BBM dengan jumlah yang luar biasa besarnya. “Ada yang sampai tiga ribu liter. Wajar saja minyak di Bungo cepat habis,” ucapnya.

Ketika ditanya nama-nama dan apakah ada oknum aparat yang bermain dalam hal ini, wabup masih enggan untuk membeberkannya. Dirinya mengaku masih menunggu rapat muspida terlebih dahulu karena data tersebut baru didapatkannya.

“Kita tunggu rapat muspida dulu, karena ini sangat penting. Pokoknya ada orang-orang tertentu yang membeli bensin dan solar subsidi dengan jumlah besar itu,” pintanya kepada awak media. Siapapun orangnya sambung Mashuri, tindakan tegas tetap akan diambil oleh pihak yang berwajib.

Sementara itu untuk jumlah quota BBM untuk kabupaten Bungo sudah cukup besar. Diketahui saat ini untuk jenis premium sebanyak 64.336 KL, sedangkan untuk soal sebanyak 51.454 KL. Jumlah ini jauh lebih besar dari tahun sebelumnya yang masing-masing premium dan solar hanya 47.416 KL dan 45.330 KL.

Data ini didapatkan dari kabag Ekonomi Setda Bungo, Devi Meiyani. “Jatah kita ini kalau tidak ada penyelewengan, sudah sangat cukup,” ungkapnya.

Sementara itu kondisi terkini, meski telah banyak SPBU di kabupaten Bungo saat ini yang mencapai 9 SPBU, namun antrean BBM tetap panjang dan BBM yang ada di SPBU pun tidak bertahan lama. 

(yon)

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net