Headlines News :

Di Tebo, Harga Karet Terus Merosot

MerdekaPost | Sabtu, 26 Mei 2012

(P. Ilustrasi)
TEBO, MP.COM - Setelah sempat mengalami kenaikan Rp 300,- pada pekan lalu, harga karet di pasaran kembali anjlok Rp 400,-/kilogram dari harga sebelumnya Rp.10.900, Sedangkan harga indikasi sementara Dinas Perindagkop Tebo hingga kemarin, yaitu Rp 12.700,-/kilogramnya.

Kepala Bidang Perdagangan Perindagkop, Dedi Susanto, mengatakan, harga indikasi karet hingga kemarin masih Rp12.700,-/kilogramnya. Namun harga pasaran justru mengalami variasi, baik itu dikarenakan kadar air karet maupun permintaan pasar yang menurun. 

"Sejauh ini kita tetap monitoring harga, namun untuk menstabilkan kita memang tidak mampu. Sebab harga karet ini sangat tergantung dengan tinggi atau rendahnya permintaan pasar Internasional," terangnya, Kamis (24/5).

Dilain tempat, salah satu pembeli karet di Kecamatan Tebo Ilir, Arwandi mengatakan, harga karet Kamis (24/5) mengalami penurunan kembali hingga Rp. 400,- dari harga sebelumnya Rp 10.900,-/kilogram. Sedangkan kadar air sesuai dengan iklim saat ini diperkirakan setiap keping getah mencapai 35 persen.

"Pekan lalu sempat naik Rp 300, tapi hari ini (kemarin-red) anjlok lagi Rp 400,-/kilogramnya," ujar Arwandi.

Lebih jauh dikatakannya, dalam Mei ini sempat terjadi beberapa kali penurunan dan juga penaikan harga. Hanya saja kenaikan yang terjadi tidak seimbang dengan penurunan. Jadi secara tidak langsung harga karet pada bulan Mei benar-benar mengalami penurunan dari Rp 14.100,- menjadi Rp 10.600,-/kilogramnya.

"Selama bulan Mei ini sempat seringkali turun, dimana dari harga normal awalnya Rp 14.100, Turun Rp 13.300, pada tanggal 3 Mei, 9 Mei Turun lagi Rp 12.920,-, 10 Mei sempat naik lumayan Rp 13.053, kemudian 12 Mei Turun Rp 11.463, dan hari ini turun lagi jadi Rp
10.600," terangnya.

Sementara itu dengan turunnya harga karet tersebut, jumlah penjualan dari petani ke pembeli ikut serta mengalami penurunan. Sebab para petani juga berupaya mengikuti permainan harga yang naik turun tersebut. Sehingga ketika ada celah harga naik, maka merekapun melakukan penjualan dalam jumlah besar.

"Petani maupun kita untuk menghindari kerugian yang besar, mau tidak mau menunggu saat yang tepat untuk menjual karet. Sebab jika kita jual diharga yang rendah seperti sekarang ini, lebih-lebih bagi para toke maka akan mengalami kerugian," pungkasnya. 

(ald)

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net