Headlines News :

Bra yang Ini Bisa Deteksi Serangan Jantung

MerdekaPost | Minggu, 06 Mei 2012

deteksi serangan jantung
Arkansas, AS, Sebelum serangan jantung terjadi, seorang wanita kini bisa lebih cepat tertolong bila menggunakan e-bra, yaitu bra khusus yang dirancang untuk mendeteksi dan memantau serangan jantung.

Para ilmuwan telah menciptakan 'e-bra' yang dapat membantu dokter memantau jantung pasien wanita di mana saja di dunia.

Bra khusus ini telah diintegrasikan dengan sensor yang dapat mengukur sinyal kesehatan vital dan meng-upload informasi ke jaringan nirkabel seperti Bluetooth atau Wi-Fi, yang kemudian dapat diakses oleh pasien dan dokter.

Bra berteknologi ini dikembangkan oleh sebuah tim di University of Arkansas, yang mengkombinasikan nanotextile dan teknologi smartphone. Ilmuwan juga menciptakan e-rompi untuk pasien laki-laki.

"E-bra memungkinkan untuk kerja terus menerus, monitoring real-time untuk mengidentifikasikan perubahan patofisiologi. Ini adalah platform pada berbagai sensor untuk pemantauan kesehatan jantung yang diintegrasikan ke dalam kain. Garmen mengumpulkan dan mengirimkan sinyal kesehatan vital untuk setiap lokasi yang diinginkan di dunia," jelas Vijay Varadan, salah satu peneliti, seperti dilansir Dailymail, Minggu (6/5/2012).

Sistem ini memonitor tekanan darah, suhu tubuh, tingkat pernapasan, konsumsi oksigen dan beberapa aktivitas saraf. E-bra juga dapat mengambil bacaan yang sama dengan EKG (Elektrokardiogram) dan mengetahui apakah seorang pasien terkena serangan jantung.

Sistem ini tidak memerlukan manset atau aksesori tambahan untuk mengukur tekanan darah dan karena itu bisa menggantikan alat monitor tekanan darah konvensional. Bisa juga menggantikan kombinasi rumit dari sensor EKG dan kabel yang melekat pada pasien sementara ia berjalan di atas treadmill.

Data dapat dilihat pada satu layar atau window terpisah untuk setiap pengukuran. Perangkat lunak yang digunakan termasuk GPS, yang dapat melacak pasien di mana saja di dunia.

Tim peneliti mengatakan e-bra yang berbentuk sport bra dapat juga digunakan oleh atlet untuk memantau tanda-tanda vital mereka sendiri selama sesi latihan melalui ponsel.

Sistem ini juga dapat diprogram untuk mengirim pesan darurat, melalui pesan suara atau teks, jika mendeteksi kondisi ekstrem atau abnormal.

Varadan belum mempublikasikan temuan e-bra, tetapi hasil dari sistem sensor sudah dipublikasikan dalamJournal of Nanotechnology in Engineering and Medicine. 

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net