Headlines News :

Adhyaksa Dault Tantang Andi Mallarangeng Buka-bukaan Soal Hambalang

MerdekaPost | Selasa, 29 Mei 2012


Merdekapost.com, Jakarta - 
Dugaan adanya ketidakberesan di balik pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Nasional Hambalang semakin kental. Mantan Menpora Adhyaksa Dault menantang Menpora Andi Mallarangeng buka-bukaan. 

Adhyaksa Dault mengatakan kawasan itu awalnya hanya direkomendasikan untuk pembangunan sekolah olahraga, pindahan dari Ragunan, Jakarta Selatan, bukan untuk pusat olahraga seperti yang dikerjakan saat ini.

"Saya memang tidak pernah merekomendasikan menghentikan pembangunan Hambalang, tapi rekomendasi kami itu hanya untuk sekolah olahraga SMP dan SMA pindahan dari Ragunan," kata Adhyaksa kepada Detik Senin (28/5/2012) malam. 

Anggaran sekolah olahraga itu sudah ditentukan pada 2010, yakni Rp 125 miliar. "Lalu mengapa pada 2010 menjadi sport center yang (anggarannya) menjadi Rp 1,2 triliun?” ujarnya. 

Karena itu, Adhyaksa membantah proyek yang sedang dikerjakan saat ini merupakan 'warisan' saat ia menjadi menteri. "Kami merancang itu sejak awal hanya untuk sekolah olahraga, bukan jadi seperti ini," tegas Adhyaksa. 

Senada dengan Adhyaksa, anggota Komisi Pendidikan dan Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat, Zulfadli, mengungkapkan usul pembangunan pusat olahraga Hambalang murni muncul dari Andi Mallarangeng. Sebelumnya, tidak pernah ada wacana pembangunan pusat olahraga nasional di kawasan perbukitan di Bogor itu, kecuali pemindahan sekolah olahraga Ragunan yang diusulkan Adhyaksa Dault.

"Usul itu (pembangunan pusat olahraga nasional Hambalang) tidak pernah dikonsultasikan atau dibahas sebelumnya. Tahu-tahu muncul," ujar politikus Partai Golkar ini di gedung Dewan kemarin.

Komisi Olahraga menyetujui usul pemindahan sekolah olahraga Ragunan ke Hambalang. Tapi, entah mengapa, justru usul Menteri Olahraga Andi Mallarangeng yang ditindaklanjuti. "Kalau ide pemindahan sarana olahraga sih bagus. Tapi pemilihan tempatnya gegabah," kata Zulfadli.

Saat proyek itu diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi karena diduga beraroma korupsi, struktur tanah pada proyek tersebut ambles beberapa waktu lalu. Dua bangunan yang tanahnya ambles adalah gedung bulu tangkis dan ruang genset. Proyek senilai Rp 1,2 triliun itu pun dihentikan sementara.

Sementara itu, Andi Mallarangeng berdalih proyek Hambalang merupakan warisan pendahulunya, Adhyaksa Dault. "Pada waktu saya jadi menteri, di situ sudah ada jalan, masjid, asrama, lapangan bola, ada pagar sekelilingnya, jalannya pun sudah diaspal," kata Andi di kantornya kemarin. Dana proyek juga sudah disiapkan Rp 125 miliar. "Tinggal sertifikat yang belum selesai," ujarnya.

Karena itu, begitu sertifikat tanah di Hambalang tersebut rampung, proyek pun dilanjutkan. "Ketika serah-terima jabatan, Pak Adhyaksa tidak memberi tahu agar (proyek) jangan dilanjutkan," kata Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat ini. 

Menurut Andi, ia justru menerima rekomendasi hasil penelitian sebelumnya bahwa Hambalang adalah lokasi terbaik dari lokasi selain di Karawang, Jonggol, dan beberapa tempat lain yang diteliti pada 2004. "Saat itu masih pada masa kepemimpinan dirjen olahraga," tuturnya.

Merasa kena getahnya, Adhyaksa tak terima. Ia pun menantang Andi untuk buka-bukaan di Komisi Pemberantasan Korupsi. "Kalau dia (Andi) siap, ayo, konfrontasikan dia dengan saya, biar semua terungkap. Saya punya datanya semua," ujarnya.

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net