Headlines News :

Pemkab Bungo Dituding Sengaja Tunda Pemekaran

MerdekaPost | Jumat, 27 April 2012

Hendri : Bupati Takut Berbagi Wilayah Kekuasaan

BUNGO, MPOnline – Kemungkinan terjadinya pemekaran Kabupaten Bungo dalam waktu dekat sepertinya sangat kecil. Ini disampaikan Bupati Bungo Sudirman Zaini beberapa waktu lalu. Pernyataan orang nomor satu di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun ini mendapat tanggapan serius dari anggota DPRD Bungo. Hendri Novriza dan Z. Arifin menyangkal pernyataan bupati tersebut.

Menurut kedua anggota DPRD dari Partai PAN dan Patriot ini, apa yang disampaikan Bupati tersebut sebenarnya bukanlah hal yang tidak bisa diselesaikan dan tidak pula menjadi penyebab utama batalnya rencana pemekaran Bungo. "Pemekaran kabupaten tidak ada sangkut pautnya dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah). DAU dari pusat kita usahakan dengan maksimal, itulah untuk biaya kota nantinya. Soal aset mari kita duduk bersama,” ujar Hendri Novriza, kepada sejumlah wartawan, Kamis (26/04) lalu.

Hendri yang didampingi Z Arifin menuding belum terlaksananya pemekaran kabupaten selama ini lebih dikarenakan tidak adanya upaya yang dilakukan pihak eksekutif untuk menyelesaikannya di tingkat pusat. Bahkan hal tersebut terkesan disengajakan. "DPRD Provinsi sudah mengesahkannya, sekarang di pusat, tapi eksekutif yang tidak mau menyelesaikannya. Dulu kita bilang bola panas ada di provinsi, sekarang semuanya telah disahkan, eksekutif kita juga tidak melakukan apa-apa,” ujarnya dengan nada tinggi.

Bahkan Hendri juga menuding adanya ketakutan pimpinan daerah untuk mengurangi daerah kepemimpinannya. "Bupati Bungo takut berbagi wilayah kekuasaan. Jika takut sebagian wilayah yang dipimpin hilang karena demi percepatan pembangunan, saya rasa ini bukanlah hal baik bagi seorang pimpinan,” ucapnya. 

Sikap pemerintah daerah ini, ditambahkan Hendri, sangat disayangkan. Pasalnya, sebagian masyarakat sudah sangat berharap rencana pemekaran tersebut. Bahkan tidak sedikit anggaran yang telah dihabiskan untuk mengupayakan pemekaran tersebut yang telah memakan waktu bertahun-tahun. "Kita tidak mengerti jalan pikiran mereka (eksekutif) kenapa sekarang rencana pemekaran bisa seperti ini. Padahal pada masa bupati sebelumnya (Zulfikar Achmad) sangat getol untuk memperjuangkannya,” kata Z Arifin. (ald/jpnn)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net