Headlines News :

Mantan Pj Walikota Sei Penuh Jadi Tersangka Kasus Dana Bencal

MerdekaPost | Jumat, 13 April 2012


Hasvia

MERDEKAPOST.COM, SUNGAI PENUH - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungaipenuh menetapkan MANTAN Penjabat (PJ) Wako Sei Penuh yang saat ini menjabat Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Hasvia, menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana bencana alam (Bencal).  Penetapan tersangka ini disampaikan Kasi Pidsus Kejari Sungaipenuh, Rama Reza Pahlevi, didampingi Kasi Intel, Antom Rahmanto, kemarin.

“Untuk sementara, kami telah menetapkan ‘H’, mantan Pj. Walikota Sungaipenuh sebagai tersangka kasus dana bencal yang berasal dari pihak ketiga ini. Untuk sementara baru satu orang, namun kita akan terus mendalami, bisa jadi nanti akan ada tambahan tersangka,” ujar Rama Reza Pahlevi.

Penetapan tersangka diputuskan melalui Surat Perintah Penyidikan dari pimpinan dengan Nomor PRINT-130/N.5.13/Fd.1/2012 tanggal 8 Maret 2012. Ia menambahkan, dalam kasus ini tersangka menyelewengkan dana bencana alam sebesar Rp 300 juta dari jumlah total Rp 1 miliar lebih.

Menurutnya, saat ini tersangka mengaku akan bertanggung jawab untuk mengembalikan dana tersebut, namun upaya untuk mengembalikan uang ini tidak akan menghilangkan proses pidananya.

“Yang bersangkutan telah mengembalikan uang, namun pengembaliannya saat proses penyidikan, dan masih tersisa Rp 125 juta. Pengembalian uang negara ini sesuai dengan Pasal 4 UU No 31 tahun 1999. Meski demikian, tidak menghilangkan proses pidananya,” tambah Rama.

Ditanyai kapan tersangka akan dipanggil? Rama mengaku, pihaknya terlebih dahulu akan melengkapi saksi-saksi dan bukti, baru kemudian melakukan pemanggilan terhadap tersangka. “Kita lengkapi dulu saksi dan alat bukti, baru kita panggil,” bebernya.

Lantas bagaiman dengan 3 orang pejabat dan mantan pejabat Pemkot Sungaipenuh yang direkomendasikan oleh BPK tersebut? Rama mengaku, hingga saat ini pihaknya mesih terus mendalami kasus ini.

“Yang dua orang ini sudah mengembalikan uang tersebut beberapa waktu lalu, namun yang 1 orang lagi sampai saat ini belum mengembalikan uang, kita akan dalami terus kasus ini,” bebernya lagi.

Ia juga mengatakan, dalam kasus ini, tersangka terjerat dengan pasal 2 ayat 1, dan pasal 3 UU No. 31 tahun 1999 junto UU 20 tahun 2001. Selain itu, kata Rama, Kejari Sungaipenuh saat ini juga tengah mendalami dugaan penyimpangan dana APBD tahun anggaran 2010-2011. Hanya saja dirinya enggan untuk menyebutkannya.

Untuk diketahui, dana ini bersumber dari Badan Nasinal Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 200 juta, SMA Negeri 1 Air Hangat sebesar Rp 195 ribu, bantuan dari masyarakat Jawa Barat melalui harian pikiran Rakyat yang diberikan langsung oleh Herman Muchtar sebesar Rp 100 juta, belanja tak terduga Kota Sungaipenuh Rp 200 juta, dan belanja tak terduga Provinsi Jambi sebesar Rp 500 juta.

Informasi yang didapat ini, 4 orang yang direkomendasikan oleh BPK tersebut yakni Hasvia, Arfensa, Sekda Kota Sungaipenuh, Chandra Purnama, Kadis DPPKA Kota Sungaipenuh, dan Yulizar Hadi. (SK)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net