Headlines News :

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Nekat Bakar Diri

MerdekaPost | Senin, 12 Maret 2012


Merdekapost.com, PALOPO - Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp1500 per liter, mulai 1 April mendatang, terus menuai protes dan penolakan di Tanah Air.

Di Kota Palopo, seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Palopo, Evan Amir, 20 tahun, nekat membakar diri sebagai reaksi penolakan kenaikan harga BBM.

Mahasiswa semester enam program studi matematika ini, menderita luka bakar serius pada wajah, dua daun telinga dan tangan sebelah kanan. Korban berhasil diselamatkan rekan-rekannya, saat api mulai membakar wajah korban.

"Kami tidak menyangka dia (Evan) akan bertindak senekat itu. Kami baru mengetahui Evan bakar diri, saat teman-teman berteriak meminta agar korban ditolong setelah api mulai membakar dirinya," kata Ridwan Bakokang, koordinator aksi Aliansi Mahasiswa Kota Palopo menolak kenaikan harga BBM ditemui wartawan di RS Atmedika Palopo, malam tadi.

Korban masih menjalani perawatan intensif di Bangsal Laki-laki RS Atmedika Palopo. Puluhan teman-teman korban datang menjenguk, termasuk beberapa pejabat Pemkot Palopo, di antaranya Kabag Humas dan Protokol Pemkot Palopo, Muh Ansir Ismu, Kadis Koperindag dan UKM Palopo, Syamsul Rijal.

Saat ditemui, Evan sudah sadarkan diri dan mengaku bertindak nekat membakar tubuhnya dengan cara menyiramkan segelas bensin dalam gelas air mineral ke tubuhnya, saat demo penolakan kenaikan harga BBM berlangsung di jalan Jenderal Sudirman, depan Kantor BNI Palopo.

"Saya frustasi mengetahui harga BBM mau naik lagi, makanya saya membakar diri sebagai bentuk protes kepada pemerintahan SBY yang berencana menaikkan harga BBM," kata Evan.

Aksi nekat bakar diri dilakukan Evan, saat rekan-rekannya membakar ban bekas di jalan, saat aksi unjuk rasa berlangsung. "Saya melihat ada sisa bensin dalam gelas air mineral, saya menyiram wajah saya dengan bensin itu dan api menyulut wajah saya," kata korban, seraya mengakui bahwa aksi bakar diri yang dilakukannya tidak menyurutkan niatnya untuk kembali turun jalan berunjukrasa bersama elemen mahasiswa lainnya di Palopo, sampai kenaikan harga BBM dibatalkan pemerintah.

Kabag Humas Pemkot Palopo, Muh Ansir Ismu bersama Kadis Koperindag Palopo, Syamsul Rijal, diutus Wali Kota Palopo, HPA Tenriadjeng ke RS Atmedika untuk menjenguk korban, saat mendapatkan kabar adanya mahasiswa Palopo nekat membakar diri saat berunjukrasa menolak kenaikan harga BBM.

"Beliau (Wali Kota) langsung memerintahkan kami mengecek korban ke RS Atmedika," kata Ansir ditemui SINDO saat menjenguk Evan.

Kadis Koperindag dan UKM Palopo sekaligus Ketua Kerukunan Keluarga Bastem, Syamsul Rijal, mengaku prihatin atas kejadian yang dialami Evan. "Dia salah satu anggota Kerukunan Keluarga Bastem, makanya kami sangat prihatin musibah yang dialami korban," katanya.

Sementara, Kapolres Palopo, AKBP Muh Fajaruddin saat dikonfirmasi menampik tegas bahwa Evan bakar diri saat berunjukrasa menolak kenaikan harga BBM.

"Laporan anggota saya yang mengamankan jalannya unjukrasa mahasiswa, itu bukan aksi bakar diri, tetapi terbakar," tegas Kapolres.

Menurut dia, korban tersulut api dan terbakar pada beberapa bagian wajahnya, saat menyiram ban bekas yang sudah terbakar dengan bensin dalam gelas air mineral.

"Api menyambar tubuh korban dan terbakar karena menyiram ban bekas yang sudah terbakar dengan bensin. Jadi, perlu diluruskan bahwa korban bukan bakar diri, tetapi terbakar," tandas Kapolres, seraya menyayangkan isu yang merebak di Palopo yang menyebutkan bahwa Evan bakar diri.

Penjelasan yang sama disampaikan Kapolsek Wara, AKP Rora. Menurut dia, korban mengalami musibah terbakar karena tersulut api saat menyiram ban bekas yang sudah terbakar dengan bensin.

"Api menyulut tubuh korban karena menyiram bensin di ban terbakar. Bukan terbakar seperti isu yang merebak di masyarakat," tegas Kapolsek, seraya mengatakan, dirinya bersama puluhan anggotanya yang mengamankan jalannya aksi unjukrasa mahasiswa Palopo menyaksikan langsung insiden terbakar yang dialami Evan.

Dia malah menyayangkan adanya isu tersebut, karena dinilai tidak sesuai kondisi dan fakta di lapangan. "Justru anggota saya bersama beberapa mahasiswa, menyelamatkan korban setelah terbakar akibat tersulut api, karena menyiram ban terbakar dengan bensin yang mudah menguap," tegas dia.


(Choe)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net