Headlines News :

Ps Tebo Juara Divisi III BLAI

MerdekaPost | Kamis, 08 Maret 2012


Bujang : Ini Hasil Kerja Keras Kita Selama Ini
MERDEKAPOST.COM, JAMBI - Akhirnya PS Tebo membuktikan sebagai tim terkuat pada divisi III Badan Liga Amatir indonesia (BLAI)  yang dilangsungkan selama enam hari di Stadion Trillomba Juang. Pada laga final, Selasa (6/3), PS Tebo berhasil mengalahkan Persitaj dengan skor 1-0. Satu-satunya gol kemenangan itu terjadi pada menit terakhir babak tambahan 2x15 menit oleh  Bobi Bilardo.
Kemenangan ini harus dibayar mahal, menyusul tiga pemain PS Tebo harus diusir dari lapangan karena mendapat kartu merah dan akumulasi kartu kuning. Ketiganya adalah Boby Bilardo Aulia yang terkena akumulasi kartu akibat melepas kaus usai mencetak gol kemenangannya, Rendy Lansyah dan M Aris, keduanya mendapat kartu merah langsung karena pelanggaran keras. Kedua pemain terakhir yang mendapat kartu merah itu terpaksa keluar lapangan pada menit ke-120 alias menit terakhir babak tambahan waktu. Namun itu menjadi tak berarti karena tim mereka akhirnya berhasil menjadi juara.

Ketua panitia kompetisi Dumyati mengatakan sangat puas dengan penyelenggaraan kompetisi kali ini. "Hasil yang disuguhkan sangat memuaskan, ini menunjukkan ketatnya persaingan antarklub di divisi III di Jambi," ujarnya. Dikatakannya, berikutnya Persitaj dan PS Tebo akan mendapat tiket melanjutkan kompetisi diisi III BLAI di tingkat Sumatera. Tebo dan Persitaj akan berlaga di wilayah Sumatera. Hanya nanti jadwalnya masih akan ditentukan BLAI. Dimana ada dua grup di Sumatera yang akan dilakoni kedua tim, Sumatera bagian utara (Sumbagut) dan Sumatera bagian selatan (Sumbagsel).

Di Sumbagut, akan menanti pemenang dari Sumut, Aceh, Riau dan Sumbar. Adapun wilayah Sumbagsel akan mempertemukan para pemenang dari Sumsel, Babel, Bengkulu dan Lampung. "Kita masih menunggu jadwal  dari BLAI," jelasnya. Laga final kemarin berjalan sangat ketat. Baik Persitaj atau PS Tebo, menumpuk pemain di lini tengah. Alhasil, kedua tim banyak bermain di tengah. Di babak pertama, praktis permainan berkutat di lini tengah. Hanya sesekali penyerang kedua tim mampu merangsek ke kotak penalti. Namun itu pun tidak bisa berbubah menjadi gol karena kekurangtenangan pemain mengeksekusi bola.   Hal serupa juga terjadi saat laga di babak kedua. Kedua tim tetap mempertahankan pola permainan di sektor tengah. Hanya kali ini mereka lebih terbuka, beberapa peluang pun banyak tercipta.

Namun sayang, karena lebih banyak pemain yang menumpuk di lini tengah, second line  kedua tim otomatis tak bisa memanfaatkan peluang dan bola-bola rebound untuk dikonversi menjadi gol. Kembali babak kedua ini harus berakhir tanpa gol. Maka wasit pun menentukan pemenang dengan menambah waktu pertandingan 2x15 menit. Dengan kondisi pemain yang sudah mulai kelelahan, permainan menjadi lebih tegang. Pelanggaran-pelanggaran yang tak perlu sering terjadi. Kembali, di 15 menit babak tambahan waktu, kedudukan masih 0-0. Tambahan waktu 15 menit kedua berjalan. Pertandingan lebih banyak menampilkan para pemain yang kelelahan. Namun untung saja konsentrasi pemain kedua tim masih terjaga, sehingga meski fisik sudah mulai kelelahan, mereka masih bisa mempertahankan diri gawang dari kebobolan.

Saat semua sudah pasrah dengan adu penalty, sebuah serangan dari sisi kanan pertahanan Persitaj datang tiba-tiba. Bobi Bilardo yang tak terkawal berhasil melewati pemain belakang Persitaj yang terakhir. Maka dengan tendangan keras mendatar, pemain bernomor punggung enam ini berhasil memasukkan bola ke sisi kiri gawang Persitaj di menit ke-119. Namun ia harus keluar lapangan usai mencetak gol karena diusir wasit. Selebrasi berlebihan dengan mencopot kaus membuat ia mendapat kartu kuning kedua. ketinggalan 1-0 di menit-menit terakhir, membuat Persitaj langsung meningkatkan tekanan. Namun apa daya, waktu tidak berpihak.  Pelatih PS Tebo Bujang Slamet sangat puas dengan hasil yang diperoleh,”Ini hasil dari kerja keras kita selama ini,”katanya.

Dalam pertandingan final melawan Persitaj, anak-anaknya  bermain dengan hati dan mengutamakan profesionalitas. “Saya sangat puas sekali, Alhamdulillah  kita menjadi juara,”ujarnya. Apa yang didapat tak terlepas dari doa masyarakat Tebo. Selain itu ia mengucapkan rasa terimakasih kepada sang manajer M Najib ,SE yang telah banyak berjasa  selama kompetisi. 
Sementara itu Husaini. pelatih Persitaj usai petandingan   mengakui kekalahan mereka. Katanya penyebabnya faktor kekalahan karena anak–anaknya kelelahan karena baru bermain satu hari sebelumnya. “Permainan sangat ketat, kita kebobolan di menit akhir tambahan . Yang jelas kita lolos juga,” ujarnya.  Untuk menghadapi kompetisi lanjutan ia akan melakukan evaluasi kepada tim. “Bisa saja akan ada rotasi pemain,” tandasnya.(ald)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net