Headlines News :

Lagi, Diduga Oknum Polisi Aniaya Istrinya

MerdekaPost | Minggu, 04 Maret 2012



Triska (berjilbab) korban KDRT suaminya, Brigadir Jon Edwar, Anggota Polsek Kumpeh Ilir Muarojambi )*
Terancam Undang-undang KDRT 
MERDEKAPOST.COM, JAMBI - Brigadir Jon Edwar, oknum anggota Polsek Kumpeh Ilir, menganiaya Triska, istrinya, hingga babak belur. Mirisnya, penganiayaan ini dilakukan di depan puluhan orang di jalan Kol. Abunjani, Sipin, Kecamatan Telanaipura, tepatnya di depan Apotek Kimia Farma samping gedung STMIK Nurdin Hamzah, sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (2/3) kemarin.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, Brigadir Jon Edwar melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan cara memukul dan mencekik hingga istrinya terjatuh. Saat terjatuh tersebut, kemudian Jon Edwar menginjak-injak Triska yang sudah tidak berdaya.Triska adalah guru SDN 76 Muarojambi. Kepada wartawan ia mengatakan dirinya dipukuli, dicekik, dan diinjak. KDRT tersebut berawal ketika dirinya dan Jon Edwar pisah ranjang sejak lama. Kemarin, mereka janjian ingin bertemu.

Pertemuan itu dilakukan guna menyelesaikan masalah rumah tangga mereka. Namun, ketika bertemu, justru suaminya langsung marah-marah dan memukuli dirinya. “Saat ketemu tersebut, aku diminta dio untuk masuk ke dalam mobil Kijang yang dibawanyo, agar diskusi tersebut dilakukan di dalam mobil. Karena aku menolak tempat diskusinya di dalam mobil, dio langsung marah dan menyebut siapo ndak lindungi kau,” ujar Triska.

Diungkapkan Triska, suaminya sering kali melakukan kekerasan dengan cara memukul dirinya. Namun selama ini dirinya masih hanya diam dan tidak membeberkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Kali ini dirinya serius akan membawa kasus kekerasan yang dilakukan suaminya itu ke jalur hukum. Ketika peristiwa ini terjadi, banyak warga yang menyaksikan. Sejumlah warga berniat menghalang-halangi tindakan Jon Edwar. 
Namun, Jon Edwar menggertak warga dan mengaku dirinya adalah polisi. Warga pun kemudian mengurungkan niatnya. Beruntung saat itu ada salah seorang ibu yang bernama Elviana datang melihat kejadian kekerasan tersebut. Karena merasa sebagai perempuan dan seorang ibu, ia langsung menghalang-halangi perbuatan Jon Edwar.

“Saya datang ke sana karena mendengar adanya orang minta tolong. Ketika tiba ternyata suami dio itu sedang memukul dio dengan caro menampar, mencekik, dan menginjak-nginjaknyo. Sebagai sama-sama wanita, saya langsung memisahkan keduonyo dan suami dio nanyo kau siapo dio. Namun aku jawab, aku dak ado hubungan dengan dio, aku ke sini hanyo kasihan dan dak tega kau perlakukan dio seperti itu,” ujar Elviana menirukan ucapannya kepada pelaku. 
Diungkap Elviana lagi, sebagai sesama wanita dirinya siap untuk bersaksi terhadap kejadian kekerasan yang dilakukan Jon Edwar tersebut. “Saya siap untuk menjadi saksinya. Saya lihat langsung suaminyo memukul dio, mencekik, dan menginjak-nginjak Triska. Padahal saat kejadian tadi banyak orang yang ingin memisahkan kejadian tersebut, namun tidak berani karena suami Triska ini mengaku dirinya sebagai polisi. Sehingga mereka hanya melihatnya saja,” ungkap Elviana.

Sementara itu, salah satu tukang ojek setempat yang enggan disebut namanya mengatakan dirinya sempat ingin mencegah pemukulan yang dilakukan Jon Edwar terhadap istrinya tersebut. Namun Jon Edwar tidak mau mendengar perkataan dirinya. “Saya tadi datang dan menanyakan kepada suaminya. Mengapa sampai ribut di depan umum, dak enak dilihat orang, apalagi abang polisi. Kalau di rumah terserah abanglah mau ribut macam mano. Tapi dio tetap dak mau dengar kata saya,” ungkap seorang satu tukang ojek saat ditemui di pangkalannya.

Pantauan koran ini, hingga sore kemarin sekitar pukul 17.45 WIB, korban masih berada di rumah sakit Bhayangkara untuk menunggu hasil visum atas kekerasan yang dialaminya. Setelah visum tersebut keluar, korban akan melaporkan kasus kekerasan yang diterimanya kepada pihak kepolisian. 
Sementara itu, kepada wartawan Jon Edwar membantah telah melakukan kekerasan terhadap istrinya. “Tidak betul saya telah melakukan kekerasan terhadap istri saya. Sumpah pocong pun saya sanggup,” ujarnya. Jon Edwar justru menuding balik istrinya yang telah melakukan kekerasan terhadap dirinya. “Dia pernah menyiramkan air panas ke saya,” ujarnya. (ald)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net