Headlines News :

Ketua Demokrat Kerinci Diperiksa Kejati Jambi

MerdekaPost | Jumat, 02 Maret 2012


Terkait Penggunaan Dana Bencal Kerinci
MERDEKAPOST.COM, JAMBI - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi hingga kini terus mengintensifkan pemeriksaan kasus dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana bantuan bencana alam (Bencal) Kabupaten Kerinci tahun 2010 sebesar Rp 104 miliar. Rabu (29/2) kemarin, setidaknya ada enam orang yang dimintai keterangan terkait kasus Bencal yang dugaannya tidak sesuai peruntukan.
Salah satu pihak terperiksa adalah Andi Putra Wijaya, pihak rekanan PT Prima Pembangunan Kerinci (PPK). Andi yang merupakan Ketua DPC Demokrat Kerinci ini diperiksa Kasi Sospol, Kamin SH sejak siang hari. Hingga pukul 17.00 WIB, pemeriksaan masih berlangsung. 
Andi diperkirakan selesai diperiksa sekitar pukul 18.00 WIB. Selain Andi, lima orang lagi juga diperiksa jaksa penyidik. Pemeriksaan dilakukan di ruang terpisah dengan jaksa penyidik yang berbeda. Mereka itu juga dimintai keterangan terkait kasus dugaan penyimpangan dana Bencal.

Menurut informasi, keenam orang ini tidak saja dari pihak rekanan, tapi juga dari pihak pemerintahan Kabupaten Kerinci yang diduga ada kaitannya dengan dana bencana alam Kabupaten Kerinci tersebut. Meski telah memeriksa sejumlah pihak, namun hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. 
Pihak Kejati Jambi sendiri ketika dikonfirmasi terkait pemeriksaan ini belum ada yang mau memberi keterangan. Alasannya masih dalam penyelidikan. ‘’Kami belum bisa komentar," kata Kasi Penkum Kejati Jambi, Andi Ashari singkat.

Sementara itu, Andi Putra Wijaya sendiri belum bisa dikonfirmasi terkait pemeriksaan terhadap dirinya. Dihubungi ke nomor teleponnya tidak aktif, begitu juga pesan singkat (SMS) yang dikirim ke nomornya tidak ada balasan sampai berita ini diterunkan. 
Sebelumnya dalam kasus dugaan penyimpangan dana bencana alam ini, Kejati juga telah meminta keterangan sejumlah pihak. Di antaranya kepala kantor badan penanggulangan bercana alam daerah (BPBD) Kerinci, Dinas PU dan rekanan. Tidak itu saja, penyidik juga telah turun ke lapangan melakukan pengecekan terhadap penggunaan dana Bencal ini. Hasil pengecekan, salah satu dana itu digunakan untuk pembangunan jalan. Hanya saja, penyidik belum bisa memastikan apakah proyek jalan tersebut bermasalah atau tidak. Proyek jalan itu dianggarkan tahun 2010 dan baru dikerjakan tahun 2011 ini. (skt)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net