Headlines News :

Gara-gara Isi Jerigen, Pasokan BBM SPBU Pal IX Bungo Distop

MerdekaPost | Senin, 26 Maret 2012

(Doc. Ilustrasi)
MERDEKAPOST.COMBUNGO - Janji Pertamina untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak SBPU yang melayani pembelian BBM dengan jumlah banyak (diluar ketentuan) benar-benar dibuktikan. Akibatnya SPBU Pal IX yang berada di Sungai Mengkuang, kecamatan Rimbo Tengah, kabupaten Bungo dihentikan pasokan BBM-nya selama satu bulan kedepan.


Penghentian pasokan BBM terhadap SPBU tersebut buntut dari pihak SPBU yang melayani pembelian BBM dalam jumlah banyak dengan menggunakan jerigen. Dan ini didapati langsung oleh tim dari Pertamina yang sedang melakukan pantauan terhadap SPBU dalam beberapa hari terakhir ini di Bungo.


Hal ini dibenarkan oleh wakil bupati Bungo, H. Mashuri. “Ya, mulai hari Senin, SPBU itu satu bulan kedepan pasokannya dihentikan oleh Pertamina karena kedapatan melayani pembelian dengan jerigen saat pihak Pertamina melakukan razia,” ujar Mashuri saat diajukan pertanyaan oleh para awak media kemarin (25/03).


Menurutnya, meskipun secara aturan memang keputusan yang diambil oleh pihak pertamina itu sudah benar, namun dirinya selaku kepala daerah mengharapkan adanya peninjauan ulang keputusan tersebut oleh Pertamina mengingat tingginya kebutuhan akan BBM tersebut di kabupaten Bungo saat ini.


“Kalau pasokan disana distop otomatis antrean di tempat lain akan semakin panjang. Tentu ini akan merugikan kita semua, jatah minyak berkurang sehingga akan sulit didapat,” imbuh wabup.


Tidak ingin hal ini benar-benar terjadi sehingga keadaan semakin sulit, wabup telah mengambil langkah untuk melayangkan surat kepada Pertamina untuk minta pengurangan sanksi terhadap SPBU Sungai Mengkuang itu.


“Senin (hari ini, red) kita langsung layangkan surat agar Pertamina memberikan disepensasi. Karena pihak SPBU juga mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,” paparnya lagi.


Tambahnya, Pertamina memang tidak akan main-main dengan ancaman sanksi sesuai dengan undang-undang. Oleh karena itu kata Mashuri, kejadian seperti ini adalah pembelajaran bagi SPBU-SPBU yang lainnya.


“Kalau masih melanggar lagi tentu konsekuensinya bisa saja berujung pada pencabutan izin” simpulnya. (daf)  

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net