Headlines News :

Diduga Ada Kecurangan Pada Pilkades Pasir Mayang

MerdekaPost | Senin, 26 Maret 2012

pilkades pasar mayang

MERDEKAPOST.COM, TEBO – Pemilihan Kepala Desa (Kades) Pasir Mayang, Kecamatan VII Koto Ilir, yang digelar 12 Maret 2012 lalu, diduga ada penyimpangan jumlah suara yang dilakukan oleh salah satu kandidat Kades bernama Anton. Hal ini diungkapkan oleh salah satu calon Kades, Mahmud. minggu lalu.

Kata Mahmud, ada dua kandidat yang terdaftar sebagai calon kepala Desa Pasir Mayang, pada pelaksanaan pemilhan kades kemarin, sedangkan jumlah mata pilih yang terdaftar sebanyak 536 orang. Dari 536 orang mata pilih, disinyalir ada sekitar 45 orang mata pilih yang bukan warga Desa Pasir Mayang.

“Ke 45 orang tersebut rata-rata warga Desa Purwoharjo, Kecamatan Rimbo Bujang,” ujar Mahmud.

Dijelaskannya, ke 45 orang tersebut sengaja didata oleh ketua RT.05, RT.06 dan Kepala Dusun (Kadus) Sungai Bekarok, Desa Pasir Mayang. Bahkan undangan untuk pemilihan Kades sengaja langsung diantar oleh Ketua RT dan Kadus ke desa mereka. “Hal ini diakui oleh Ketua RT dan Kadus. Bahkan mereka sudah menyatakannya secara tertulis dan ditanda tangani diatas materai 6.000,” tegasnya.

Terungkapnya tentang 45 orang warga pendatang yang mengikuti pemilihan Kades kemarin, terang Mahmud, berawal dari kecurigaannya saat pelaksanaan pemilihan. Sebab ada rombongan orang mengendarai sepeda motor menuju Dusun Sungai Bekarok. Kecurigaan Mahmud berlanjut pada saat penghitungan suara, secara berurutan kertas suara memilih kandidat yang bernama Anton.
“Jika dianalisa secara logika, para pendatang tersebut menggunakan hak suaranya terakhir pemilihan. Sehingga surat suaranya tertumpuk disebelah atas,” ujarnya lagi.

Dengan kecurigaan tersebut, lanjut Mahmud, dua hari pasca pemilihan dirinya menemui Kadus Sungai Bekarok dan Ketua RT.05 serta Ketua RT.06, untuk meminta data jumlah mata pilih yang terdaftar di wilayah tersebut. “Dari data jumlah mata pilih yang terdaftar di lingkungan tersebut, saya cocokkan dengan data resmi yang ada pada saya. Ternyata ada 45 orang mata pilih yang bukan warga Desa Pasar Mayang. Setelah diselidiki, ternyata mereka rata-rata berasal dari Desa Purwoharjo,” ungkapnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) yang sekaligus merupakan ketua panitia pemilihan Kades, Usman M, sewaktu dikonfirmasi. Katanya, setelah dilakukan penelusuran asal usul ke 45 orang warga pendatang yang mengikuti pemilihan, mereka rata-rata berasal dari Rimbo Bujang. Warga ini juga mengaku,  jika mereka bukan warga Desa Pasir Mayang.

“Mereka juga sudah membuat pernyataan jika mereka benar-benar bukan warga Desa Pasar Mayang. Pernyataan itu sudah ditandatangani Kadus serta ketua RT,” ungkapnya.

Dengan kondisi demikian, Mahmud mengaku tidak terima tindakan yang sudah dilakukan oleh Kadus dan Ketua RT.05 serta ketua RT.06, yang telah melibatkan warga pendatang dari desa lain untuk ikut memilih pada saat pemilihan Kades kemarin. Dari tindakan tersebut membuat dirinya kalah sebanyak 36 suara dari Calon lainnya yaitu Anton.

“Dari jumlah suara keseluruhan sebanyak 536 suara, saya hanya memproleh sebanyak 232 suara, sedangkan Anton memperoleh 268 suara. Selisih perolehan suara kami sebanyak 36 suara. Karena diantara 536 suara tersebut diantaranya ada 45 suara adalah berasal dari warga pendatang, saya akan melaporkan hasil ini kepada bupati. Mudah-mudahan pak bupati bisa menyikapi kejadian ini,” pungkas Mahmud. (ald) 

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net