Headlines News :

Warga Pasar Bawah Bungo Ancam Demo Panti Pijat

MerdekaPost | Kamis, 16 Februari 2012

F. (Ilustrasi)
Dinilai Meresahkan Masyarakat


MUARA BUNGO – Warga sekitar pasar bawah Muara Bungo, Kabupaten Bungo khususnya para pedagang yang berada di lantai dasar pasar semagor mengancam akan melakukan demo kepada panti pijat.

Warga merasa resah dengan keberadaan panti pijat yang ada pasar semagor tersebut karena mempekerjakan wanita-wanita yang seksi.

Berdasarkan keterangan warga pasar bawah Muara Bungo, sejak sebulan terakhir ini telah berdiri panti pijat yang disertai tempat karaoke di komplek pertokoan tempat mereka berjualan.

“Dilantai tiga atas ini telah ada panti pijat. Tapi yang tukang pijatnya cewek-cewek seksi,” ujar pedagang kain pasar bawah Muara Bungo.

Kehadiran panti pijat tersebut kata warga jelas sangat mengganggu ketentraman mereka yang berjualan disana. Karena mereka menilai panti pijat tersebut bukan semata sebagai tempat memijat, tapi dinilai warga digunakan sebagai tempat untuk berbuat maksiat.

“Kalau tukang pijat beneran bukan seperti itu (seksi, red). Kalau seperti ini bukan mengendorkan urat, tapi mengencangkan urat,” cibir ibu yang tak ingin menyebutkan namanya.

Keresahan ini, lanjut warga pasar terjadi karena di lokasi tersebut sebagai tempat mereka berjualan pakaian. Jika tempat mereka dijadikan tempat yang tidak benar tentunya akan mempengarahui pendapatan mereka.

“Lantai dua biasa kami gunakan tempat shalat, diatasnyaM ada panti pijat dan hiburan. Nah, kami berjualan dibawahnya. Ini jelas membuat kami tak tenteram,” ujar mereka.

Untuk itu ujar para pedagang, hal ini seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah setempat. Warga minta agar izin berdirinya panti pijat tersebut bisa ditinjau ulang. “Rencana kami akan lakukan demo,” akunya.

Harian Bute Ekspres yang melakukan pantauan di lokasi yang disebutkan memang sesuai dengan apa yang dikatakan pedagang itu. Banyak wanita muda bekerja disana yang merupakan tukang pijat. Juga ada ruangan tempat karaoke.

Di ruangan sebagai tempat memijat terdapat 20 kamar yang disekat menggunakan triplek dan garden sebagai penutup. Untuk mendapat pelayanan memijat pelan/gan bisa memilih siapa orang yang diinginkan, karena pihak panti pijat menempelkan foto-foto wanita seksi sebagai tukang pijat.

Terpisah, Kabag Hukum Setda Bungo, Ismail, Mengatakan bagian hukum Setda Bungo sendiri tidak bisa memastikan, merujuk kemana izin yang dikeluarkan untuk panti pijat selama ini.

“Tidak jelas, mungkin merujuk izin hiburan, yang jelas perdanya tidak ada,” katanya.
“Sepengetahuan saya Bupati dan Wabup tidak ada mengeluarkan izin baru untuk panti pijat ini,” sambungnya.

Kalau merujuk kepada izin hiburan, kata Ismail, dirinya mencurigai sudah disalahgunakan. Sebab selama ini muncul banyak keluhan-keluhan di tengah masyarakat.
”Kalau saya memproses yang paling utama adalah kordinasi dengan lingkungan, mereka (warga, red) di bawah setuju tidak,” tutupnya. (joe/afd)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net