Headlines News :

Kasus Lahan PT. SKU di Bungo Kembali Mencuat

MerdekaPost | Senin, 20 Februari 2012


Lahan Sawit (ilustrasi)

MP.COM, MUARA BUNGO - Kasus lahan sawit PT. Setya Kisma Utama (SKU) tahun 1999, yang saat itu masih bernama PT. Tebora, Saat ini kembali mencuat. Kini, warga dari Dusun Batang Uleh, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo kembali meminta hak atas tanah mereka seluas 832 hektar (Ha). Disisi lain, warga dari Dusun Telentam, Candi dan Bedaro ternyata sudah lama menggarap lahan itu, yang mereka klaim juga milik mereka.

Untuk menyelesaikan sengketa ini, Binmas Polres Bungo menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Mapolres Bungo, Senin (20/02). Namun acara ini tidak dihadiri warga dari Dusun Bedaro dan Telentam, mereka hanya diwakili Rio masing-masing.

Panitia juga menghadirkan pihak BPN, Dishutbun, Perwakilan dari PT.SKU dan warga.

“Bagaimana mungkin kita mau menyelesaikan masalah, kalau dari dusun yang saling klaim tidak hadir. Namun kita tetap berusaha agar masalah ini segera selesai,” kata Ismail, bagian Binmas Polres Bungo.

Dalam diskusi ini mencuat, bahwa pada tahun 1994, PT Tebora yang kemudian diakuisisi PT. SKU, mendapat hak kelola hutan seluas 6.000 hektar.

Kemudian pada sekitar tahun 2008, tersisa lahan seluas 832 Ha, yang tidak bisa digarap, karena faktor krisis ekonomi. “Perusahaan tidak bisa menggarap karena krisis ekonomi,” kata perwakilan dari PT SKU.

Lahan yang awalnya diklaim milik warga Dusun Batang Uleh ini, kemudian digarap warga Dusun Telentam, Candi dan Bedaro. Warga Batang Uleh baru pada medio 2011 mengetahui kejadian ini, karena mendapat laporan dari pimpinan PT SKU di Jakarta.

Lahan 832 Ha inilah yang kemudian menjadi masalah. Namun pihak Dishutbun mengatakan, tidak bisa menyalahkan perusahaan kalau masalahnya seperti ini, karena perusahaan tidak mungkin manggarap lahan, kalau tidak ada penyerahan dari warga pemilik lahan.

“Harus dicari siapa yang menyerahkan Surat Tanda Penyerahan Lahan (STPL) saat itu,” jelas perwakilan Dishutbun.

Persoalan ini akan kembali diurai beberapa hari ke depan bersama Pemkab dan DPRD Bungo. Karena kedua kelompok tetap mempertahankan argumennya masing-masing. (AFD/BJS)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net