Headlines News :

Oknum DPRD Tebo Dipolisikan

MerdekaPost | Kamis, 15 September 2011

Terkait Jual Beli Kebun Karet

MUARA TEBO, MP - Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Tebo berinisial HM dilaporkan warga ke Mapolsek Tebo Ilir, pada Sabtu, (10/9). Terkait masalah jual-beli sebidang kebun karet yang terletak dusun Sungai Banyu desa Tuo Ilir, kecamatan Tebo ilir.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan bahwa lahan kebun tersebut pada Maret 2011 lalu telah dijual kepada seorang yang bernama Samlawi, warga RT 7 desa Peninjauan kabupaten Batanghari oleh pemilik kebun Sumiatun (45) warga RT 11 Desa Peninjauan seharga delapan puluh juta rupiah yang telah diketahu kepala desa Tuo Ilir M. Asyik pada 15 Maret 2011 lalu.

Namun kemudian, Arif anak dari Sumiatun menjual kembali kebun tersebut seharga 55 juta kepada HM pada bulan Juni 2011. Namun pembayarannnya belum lunas. Sengketa kemudian muncul, ketika kuli sadap karet yang merupakan anak buah HM menyadap kebun dan berakhir dengan laporan Samlawi ke pihak polisi.

Kapolsek Tebo Ilir, AKP. M. Sukri kepada wartawan menyatakan membenarkan bahwa ada laporan warga Desa Paninjauan terkait masalah kebun karet. Sejauh ini pihaknya masih mempelajari laporan yang dilaporkan Samlawi. Namun Kapolsek mengelak mengatakan yang dilaporkan warga itu adalah HM.

“Bukan HM, soalnya masalahnya belum jelas. Memang ada laporan tentang lahan kebun. Untuk lebih jelasnya sebaiknya konfirmasi saja ke Polres Tebo,” kata Kapolsek AKP. Sukri via ponselnya, kemarin.

Sementara secara terpisah HM yang dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya dilaporkan ke mapolsek Tebo Ilir. Masalahnya terjadi ketika dirinya membeli lahan kebun karet dari anak Sumiatun yang bernama Arif, sebelumnya dirinya tidak tahu sama sekali bahwa sebelumnya Sumiatun telah menjual kebun itu.

Menurut HM, memang Samlawi memiliki surat jual-beli dan sporadik yang dikelurakan dan diketahui kepala desa Tuo Ilir. HM malah balik menuding bahwa dalam pembuatan surat-surat tersebut ada unsur rekayasa yang dilakukan kepala desa.

“Iya, memang saya dilaporkan ke polisi soal jual beli lahan kebun itu. Saya meyakini tanggal surat-surat itu sengaja dimundurkan. Ini ada unsur rekayasa dalam pembuatannya,” kata HM, kemarin. (ald)

Posting Komentar

 
Dipublikasikan oleh : CV. BANIO SAKTI Portal Web Merdekapost.net | Berani, Agresif, Aspiratif
Copyright © 2011. |Merdekapost.net |MERDEKAPOST.NET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Merdekapost.net